AALI
10125
ABBA
232
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
272
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
1165
ADMF
0
ADMG
167
ADRO
1195
AGAR
410
AGII
1100
AGRO
900
AGRO-R
0
AGRS
595
AHAP
71
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3220
AKSI
0
ALDO
890
ALKA
238
ALMI
240
ALTO
344
Market Watch
Last updated : 2021/05/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
28013.81
0%
0.00
N225
28608.59
0%
0.00
NYSE
16355.62
0%
0.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,195
Emas
838,803 / gram

Ini Waktu yang Tepat Putuskan RI Impor Beras atau Tidak

ECONOMICS
Oktiani/Koran Sindo
Minggu, 28 Maret 2021 12:42 WIB
Impor beras atau tidak bukanlah sesuatu yang salah, apabila beras petani sudah diserap maksimal oleh Perum Bulog.
Ini Waktu yang Tepat Putuskan RI Impor Beras atau Tidak (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Wacana impor beras satu juta ton dari Kementerian Perdagangan dianggap terlalu terburu-buru. Impor beras atau tidak bukanlah sesuatu yang salah, apabila beras petani sudah diserap maksimal oleh Perum Bulog.

Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) , Khudori mengatakan polemik impor beras selalu berulang. Bahkan tidak ada yang menjamin kejadian ini tidak terulang lagi di tahun depan.

"Sebetulnya impor tidak impor, menyerap produk petani domestik atau tidak, itu hanya sebagian kecil dari persoalan beras. Karena masalah beras sampai hari ini yang tidak disentuh pemerintah adalah kebijakannya tidak terintegrasi, terputus di sana sini," ujarnya ketika dihubungi, Minggu (28/3/2021).

Menurut dia, pemerintah harus merancang ulang dan merumuskan kebijakan terkait beras agar tidak lagi terulang kejadian seperti. "Kalau tidak diselesaikan akan selalu begini," tuturnya.

Khudori melanjutkan, impor beras sebaiknya dilakukan di bulan September pada saat musim panen gadu 2021. Gadu adalah padi yang ditanam di musim kemarau . 

"Kalau kita menentukan pada September atau Agustus, itu di tangan sudah punya data kira-kira 85% produksi nasional apakah bagus atau tidak. Kalau tidak bagus dan kurang, ya putuskanlah impor," ungkapnya.

Menurut dia, saat ini impor beras bukanlah tindakan tepat mengingat sudah memasuki panen raya. 

"Kecuali, ada kejadian luar biasa seperti bencana alam, banjir, kekeringan," tandasnya. 

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menilai impor beras diperlukan karena ada kekhawatiran hasil panen raya tidak sesuai dengan target. Sementar Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan bahwa stok beras aman di gudangnya. Hingga akhirnya Presiden Joko Widodo buka suara mengenai polemik beras ini bahwa tidak akan ada impor beras sampai pertengahan tahun 2021.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD