sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

INSA Minta BUMN Ekspor Tak Hanya Kejar Profit, Tapi Ikut Perkuat Tata Kelola Komoditas

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
29/06/2026 01:00 WIB
INSA mengingatkan agar BUMN ekspor, PT DSI, tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan nasional.
INSA Minta BUMN Ekspor Tak Hanya Kejar Profit, Tapi Ikut Perkuat Tata Kelola Komoditas. (Foto: iNews Media Group)
INSA Minta BUMN Ekspor Tak Hanya Kejar Profit, Tapi Ikut Perkuat Tata Kelola Komoditas. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Pengusaha Kapal yang tergabung dalam Indonesian National Shipowners' Association (INSA) mengingatkan agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ekspor, PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI), tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga menjalankan fungsi sebagai agen pembangunan nasional.

Ketua Umum DPP INSA Carmelita Hartoto mengatakan pembentukan BUMN Ekspor merupakan langkah positif untuk memperbaiki tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Namun, menurutnya, implementasi kebijakan tersebut harus tetap diarahkan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas sekaligus menjaga keseimbangan dengan peran sektor swasta.

"Kami melihat kebijakan ini sebagai terobosan pemerintah untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Fokus utamanya adalah perbaikan sistem dan transparansi perdagangan," kata Carmelita dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6/2026).

Menurut Carmelita, BUMN Ekspor seharusnya tidak semata-mata mengejar laba, melainkan menjadi instrumen pemerintah dalam mendorong pembangunan ekonomi nasional. Perusahaan tersebut diharapkan mampu memperkuat sektor-sektor strategis, menciptakan pemerataan pembangunan, serta membangun kemitraan yang sehat dengan pelaku usaha nasional.

Di sisi lain, ia menilai sektor swasta harus tetap memperoleh ruang untuk berkembang. Menurutnya, dunia usaha membutuhkan kepastian regulasi dan iklim investasi yang kondusif agar dapat meningkatkan daya saing di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement