AALI
9925
ABBA
302
ABDA
6550
ABMM
1405
ACES
1275
ACST
193
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
182
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1245
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
69
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1290
ALKA
304
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.26
-1.26%
-6.46
IHSG
6660.81
-0.97%
-65.56
LQ45
948.26
-1.2%
-11.51
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

INSA Sebut Pembangunan IoT di Sektor Maritim Tidaklah Mudah

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Kamis, 28 Oktober 2021 17:40 WIB
Pengembangan IoT (Internet of Things) di sektor pelayaran memiliki berbagai tantangan, seperti jaringan internet, sampai kekhawatiran akan kebocoran data.
INSA Sebut Pembangunan IoT di Sektor Maritim Tidaklah Mudah (Ilustrasi)
INSA Sebut Pembangunan IoT di Sektor Maritim Tidaklah Mudah (Ilustrasi)

IDXChannel - Ketua Umum INSA Carmelita Hartoto menilai pengembangan IoT (Internet of Things) di sektor pelayaran memiliki berbagai tantangan, seperti jaringan internet, sampai kekhawatiran akan kebocoran data.

Hal tersebut disebabkan karena pengembangan IoT sektor maritim memerlukan penyediaan jaringan satelit yang kompetitif, mengingat kapal yang berada di tengah laut sehingga membutuhkan jaringan satelit yang efisien.

Menurut Ketua Umum INSA pembangunan infrastruktur digital yang terintegrasi sangat penting bagi sektor maritim dan logistik, karena akan terciptanya big data yang dapat dimanfaatkan dalam melakukan analisis.

Big data mendorong terciptanya inovasi produk, layanan, dan peluang bisnis di sektor maritim. Misalnya, informasi mengenai ketersediaan ruang muat kapal, dan jenis komoditas.

"Kita melihat bagaimana pemerintah, dalam menyiapkan big data tadi atau kita masing-masing dari perusahaan yang mungkin juga kedepannya apakah mau menjadi satu di pelayaran, karena dari PeduliLindungi saja orang tuh merasa mereka itu datanya diambil lah, jadi masih ada kekhawatiran dari kawan-kawan akan terjadinya hal-hal seperti itu," ujarnya dalam konferensi pers VEMI 2021, Kamis (28/10/2021).

Selain itu DPP INSA, Capt Witono Soeprapto menambahkan kendala untuk menyatukan masing-masing perusahaan dalam satu platform tersendiri yang bisa diakses oleh semua pihak adalah kekhawatiran terkait kerahasiaan dari informasi pelanggan mereka.

"Jadi seharusnya dibuat satu platform yang bisa dijaga kerahasiaannya, sekarang terkait informasi barang pun dari kementerian perhubungan dan kementerian perdagangan bikin sendiri-sendiri, harusnya itu kan kedalam satu wadah bisa diakses semua orang," pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD