AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
843,806 / gram

Investasi Mangkrak Hambatan Investasi Berkualitas di Indonesia

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 05 Agustus 2022 15:08 WIB
Dinamika perekonomian Indonesia tak luput dari usaha implementasi investasi berkualitas, yang juga mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Investasi Mangkrak Hambatan Investasi Berkualitas di Indonesia. (Foto: MNC Media)
Investasi Mangkrak Hambatan Investasi Berkualitas di Indonesia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Dinamika perekonomian Indonesia tak luput dari usaha implementasi investasi berkualitas, yang juga mengambil peran dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Presiden Joko Widodo sempat menginstruksikan target investasi besar namun berkualitas ke Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemerataan antara Jawa dan luar Jawa, penanaman modal asing dan dalam negeri, serta kolaborasi.

Dalam realisasinya, kini investasi yang telah tumbuh di Indonesia sebanyak 36 persen pada semester 1 di tahun 2022.

Kendati demikian, Menteri Investasi sekaligus Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadia mengakui adanya sejumlah hambatan yang dialami dalam sektor investasi, terutama di tingkat dearah seperti adanya investasi mangkrak.

Realisasi investasi memang tak lepas dari reformasi yang dilakukan melalui undang-undang Omnibus Law. Menurut Bahlil, adanya aturan tersebut juga mendorong munculnya investasi mangkrak.

“Investasi mangkrak ini terjadi saat investornya sudah ada, tapi tidak bisa dieksekusi. Kenapa? Karena ada 3 persoalan besar. Pertama, adalah masalah tanah. Kedua, persoalan tumpang tindih antara kabupaten dan provinsi. Ketiga, adalah masalah egosektoral yang sangat tinggi antara kementerian dan lembaga” ujar Bahlil kepada IDX Channel pada Jumat (5/8/2022).

Hambatan-hambatan investasi di daerah, menurut Bahlil disebabkan karena adanya ‘hantu’ atau oknum daerah yang mengintervensi proses implementasi investasi.

Bahlil menilai bahwa konteks pengelolaan investasi di Indonesia, tidak cukup melalui regulasi formal saja, melainkan perlunya gerakan-gerakan tambahan yang mampu mengatasi persoalan yang ada di lapangan.

Realisasi investasi di Indonesia diharapkan dapat meningkat sesuai target Presiden Joko Widodo sebesar Rp1.200 triliun di 2022 ini. Namun hingga kini realisasi investasi baru mencapai Rp584,6 triliun di semester pertama tahun ini. (TYO/RIBKA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD