Strategi tersebut menjaring minat sebanyak 122 investor institusional dari berbagai belahan dunia selama periode roadshow. Meskipun target awal penghimpunan dana hanya dipatok sebesar USD1 miliar, total penawaran yang masuk melalui proses book building justru meluap hingga menyentuh angka USD4,6 miliar.
"Karena animo yang begitu tinggi, akhirnya kami melakukan upsize atau meningkatkan nilai emisi dari USD1 miliar menjadi USD1,5 miliar," kata Rosan.
Tingginya minat investor AS dan Eropa juga berdampak langsung pada penetapan bunga atau yield yang menjadi jauh lebih kompetitif bagi kas negara. Untuk obligasi tenor 5 tahun senilai USD750 juta, tingkat bunga dikunci pada level 5,35 persen, sementara untuk tenor 10 tahun dengan nilai yang sama, bunganya ditetapkan di angka 5,95 persen.
Capaian imbal hasil ini berada jauh di bawah ekspektasi awal para investor yang sempat memperkirakan bunga akan bertengger di kisaran 6 hingga 7 persen.
Rendahnya yield yang diminta oleh para pemodal ini diartikan bahwa profil kredit Danantara dinilai sangat solid, sejalan dengan peringkat Investment Grade yang diberikan oleh lembaga Moody’s, S&P, dan Fitch.