Dia melanjutkan, pasar juga akan mencermati rilis data inflasi konsumen dan produsen Amerika Serikat pada pekan depan. Menurutnya, apabila Selat Hormuz tetap ditutup sehingga harga minyak terus meningkat, tekanan inflasi diperkirakan kembali menguat dan mempengaruhi arah kebijakan bank sentral AS.
Sebagai catatan, perkembangan terbaru menunjukkan pasar minyak masih sangat sensitif terhadap situasi di Selat Hormuz. Meskipun harga minyak sempat melemah pada penutupan perdagangan akhir pekan, minyak Brent dan WTI tetap membukukan kenaikan mingguan di tengah kekhawatiran terhadap gangguan pasokan akibat konflik di Timur Tengah.
(Nur Ichsan Yuniarto)