IDXChannel - Perusahaan kontraktor jasa pertambangan batu bara dan nikel, PT Andalan Artha Primanusa (AAP), mengakui bahwa kondisi pasar saat ini tengah menghadapi tantangan dinamika global, terkait ketidakpastian pasar akibat situasi geopolitik serta lonjakan biaya operasional di lapangan.
Kondisi ini dinilai telah mendorong para pelaku industri untuk dapat semakin adaptif, menjaga keseimbangan antara proses transisi dan bisnis, serta memperkuat posisi dalam rantai pasok mineral global untuk menjaga produktivitas tambang.
"Tantangan ini kami sikapi dengan terus memperkuat positioning di bidang mining services (jasa pertambangan), melalui investasi strategis pada peremajaan armada baru, yang telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar," ujar Direktur Utama AAP, Gahari Christine, dalam keterangan resminya, Selasa (19/5/2026).
Tak hanya itu, menurut Gahari, pihaknya juga menerapkan strategi khusus dengan pendekatan selektif dalam memilih kontrak baru, sebagai langkah strategis demi menjaga kualitas portofolio bisnis dan memastikan keberlanjutan bisnis secara sehat.
Dengan adanya strategi tersebut, meski kondisi pasar masih cukup menantang (challenging), AAP disebut Gahari cukup optimistis untuk dapat merealisasikan target pendapatan sebesar Rp1,41 triliun di 2027.