AALI
9950
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1515
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1065
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1185
AGAR
448
AGII
1190
AGRO
1005
AGRO-R
0
AGRS
320
AHAP
77
AIMS
284
AIMS-W
0
AISA
288
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
456
AKRA
3130
AKSI
800
ALDO
675
ALKA
238
ALMI
226
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/04/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
483.36
-0.1%
-0.50
IHSG
6086.26
0.11%
+6.76
LQ45
907.67
-0.08%
-0.77
HSI
28969.71
0.61%
+176.57
N225
29642.69
0.07%
+21.70
NYSE
16116.85
0.73%
+116.70
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,643
Emas
831,440 / gram

Jaga Tak Ada Lonjakan Harga Daging, Pemerintah Buka Keran Impor 502 Ribu Sapi

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Selasa, 09 Februari 2021 14:13 WIB
Pemerintah akan membuka keran impor sapi tahun ini sebanyak 502.000 ekor sapi agar pasokan dan harga sapi tidak mengalami lonjakan khususnya saat bulan Ramadan.
Pemerintah Buka Keran Impor 502 Ribu Sapi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah akan membuka keran impor sapi tahun ini sebanyak 502.000 ekor sapi agar pasokan dan harga sapi tidak mengalami lonjakan khususnya saat bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri mendatang.

Kebutuhan daging sapi/kerbau secara nasional untuk tahun 2021 mencapai 696.956 ton dengan perhitungan konsumsi per kapita 2,56 kg/tahun. Sementara ketersediaan daging sapi/kerbau lokal hanya 473.814 ton.

Maka, kebutuhan dan ketersediaan daging sapi/kerbau nasional sepanjang 2021 masih memerlukan sebanyak 223.142 ton.

"Kekurangan tersebut akan dipenuhi dari impor baik dalam bentuk sapi bakalan, bakalan yang dipotong dan impor daging sapi atau kerbau," ujar Direktur Jenderal PKH, Nasrullah di Jakarta, Selasa (9/2/2021).

Adapun impor yang akan dilakukan pemerintah, rinciannya yaitu dalam bentuk sapi bakalan sebanyak 502.000 ekor, bakalan yang dipotong sebanyak 430.000 ekor atau setara 96.367 ton dan impor daging sapi/kerbau sebanyak 185.500 ton.

"Dari stok akhir 2021 ini, akan didapatkan sebanyak 58.725 ton untuk pemenuhan kebutuhan daging Januari sampai Maret 2022," jelas Nasrullah.

Nasrullah juga mengimbau kepada para importir daging yang telah memperoleh rekomendasi dan izin agar segera merealisasikan impor daging sapi beku pada bulan Maret, April dan Mei 2021.

Hal ini demi menjaga ketersediaan stok dan stabilisasi harga daging sapi/kerbau pada Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021.

"Kami meminta kepada importir untuk melaporkan rencana realisasi pemasukan daging sapi/kerbau selama 2021, dan khususnya untuk bulan Maret, April dan Mei 2021," imbuh Nasrullah.

Menurut laporan dari para importir, per tanggal 28 Januari 2021, stok daging yang ada di importir swasta dan BUMN masih tersedia sebanyak 6.998,69 ton daging sapi/kerbau, termasuk 477,45 ton jeroan.

Maka, realisasi pemasukan harus diperhatikan oleh importir demi meningkatkan stok gudang, khususnya untuk menghadapi puasa dan lebaran 2021.

Selain itu, karena umumnya masyarakat Indonesia memilih daging sapi segar, maka untuk kebutuhan puasa dan lebaran importir diimbau agar dapat menyediakan potongan karkas impor dalam bentuk segar dingin (chilled) yang akan dijual ke pasar dalam bentuk daging sapi segar dengan harga yang lebih terjangkau.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner, Syamsul Ma'arif juga meminta para importir daging berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam penyediaan daging sapi/kerbau dan mencegah gejolak harga daging saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2021. Diharapkan segera merealisasikan izin impor yang telah diberikan.

Importir yang sudah pernah mengimpor dan saat ini masih memiliki izin impor potongan karkas daging sapi segar dingin (chilled) juga diiimbau agar segera merealisasikan impornya untuk menyediakan daging sapi segar saat Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun ini.

Selain itu, para importir juga diminta bekerjasama dengan pemerintah daerah agar dapat bersama-sama melakukan operasi pasar dalam rangka stabilisasi harga daging sapi/kerbau Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021.

"Kami juga ingin meminta dukungan dan komitmen dari semua unsur untuk bersama-sama mengantisipasi ketersediaan dan mencegah terjadinya gejolak harga daging. Kami juga menerima masukan dan usulan konkret dari seluruh pihak dalam upaya menjaga keteesediaan daging," tutur Syamsul. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD