AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Jaringan 5G di AS Ganggu Sistem Penerbangan, Bagaimana dengan Indonesia?

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 21 Januari 2022 14:16 WIB
Sistem frekuensi jaringan 5G memiliki jenis frekuensi yang berbeda sehingga alokasi nya pun di Indonesia tidak memiliki pengaruh tehadap penerbangan.
Sistem frekuensi jaringan 5G memiliki jenis frekuensi yang berbeda . (Foto: MNC Media)
Sistem frekuensi jaringan 5G memiliki jenis frekuensi yang berbeda . (Foto: MNC Media)

IDXChannel — Pengamat Penerbangan Alvin Lie menilai Sistem frekuensi jaringan 5G di Amerika terlalu dekat dengan jaringan sistem radar penerbangan sehingga menyebabkan terganggunya ratusan maskapai penerbangan untuk dihentikan operasionalnya.  

Alvin Lie menyampaikan sistem frekuensi jaringan 5G memiliki jenis frekuensi yang berbeda sehingga alokasi nya pun di Indonesia tidak memiliki pengaruh tehadap penerbangan. 

“Jadi jaringan  5G itu kan dari sistem, untuk alokasi frekuensi  itu (yang di amerika) alokasinya yang beda dengan yang di kita, itu masalahnya otoritas amerika yang terlalu dekat  dengan frekuensi radar,” kata Pengamat Penerbangan Alvin Lie saat dihubungi MNC PORTAL, Jumat (21/1/2022). 

Alvin Lie menyebut dari yang sebelumnya dikabarkan Lebih dari 300 penerbangan dari beberapa maskapai dibatalkan per Rabu malam, pihak Federal Aviation Administration  (FAA) sudah mengklarifikasi sudah dapat beroperasional secara bertahap. 

“FAA sudah melakukan clereance pesawat sudah bisa dioperasionalkan normal sebanyak 72 persen. Itu sebenernya ya salah amerika nya  memberikan frekuensi nya beda. Di negara lain, Indonesia dan eropa gak ada masalah ko,” ujarnya. 

Dengan demikian Alvin menyebut dan menyimpulkan  untuk frekuensi layanan 5G di negara Indonesia tidak berdampak pada sistem flight radar maskapai di Indonesia. 

“Di indoneisa Sudah di alokasian frekuensinya,  sistem 5Gnya aja belum diperluas tapi sebenarnya sama kaya yang lain. Ya indonesia cukup jauh dengan frekuensi radar, beda frekuensi dan tak ada masalah,  karena yang bermasalah hanya amerika,” pungkasnya. 

Sementara itu, Menteri kominfo Jhony G Plateu telah memastikan  bahwa  Sinyal 5G di Indonesia Tidak akan menggangu  Penerbangan maskapai. 

“Case yang terjadi di Amerika Serikat konteksnya adalah untuk jaringan 5G yang bekerja pada pita frekuensi 3,7 GHz atau 3700 tepatnya pada rentang 3,7 sampai 3,98 GHz sistem yang dikhawatirkan terganggu adalah sistem radio altimeter yang bekerja pada frekuensi 4,2 sampai 4,4 GHz," pugkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD