Rivan menambahkan, melihat peningkatan volume kendaraan yang keluar Jabotabek tersebut, pengawasan intensif dilakukan terutama di ruas tol yang menjadi destinasi wisata favorit, seperti Jalan Tol Jakarta–Cikampek dan Cipularang untuk arah Trans Jawa dan Bandung, serta Jalan Tol Jagorawi untuk arah Puncak.
"Menghadapi potensi lonjakan volume kendaraan yang tersebar di jalur-jalur tersebut, Jasa Marga mengedepankan pemanfaatan teknologi operasional yang terintegrasi untuk mendeteksi dini sekaligus mengurai titik-titik kepadatan secara cepat," kata dia.
Selain itu, Jasa Marga siap mendukung penuh penerapan rekayasa lalu lintas seperti contraflow atas diskresi Kepolisian, dengan menyiagakan petugas operasional dan kelengkapan rambu pendukung di lapangan.
"Kami juga memastikan kegiatan preservasi jalan tol tetap berjalan optimal agar kualitas jalur tetap terjaga. Antisipasi terhadap potensi gangguan akibat cuaca, termasuk curah hujan tinggi, turut menjadi perhatian agar penanganan di lapangan dapat dilakukan secara cepat dan tepat," kata Rivan.
(Nur Ichsan Yuniarto)