AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Jelang Idul Adha, Ternak Mati Akibat PMK di Garut Capai 75 Ekor

ECONOMICS
Fani Ferdiansyah
Sabtu, 25 Juni 2022 13:45 WIB
Jumlah ternak mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Garut mencapai 75 ekor.
Jumlah ternak mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Garut mencapai 75 ekor.
Jumlah ternak mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Garut mencapai 75 ekor.

IDXChannel - Jumlah ternak mati akibat penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Garut mencapai 75 ekor. Data yang dihimpun Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut hingga Jumat (24/6/2022) itu juga menyebut bahwa hewan sembuh berjumlah 1.749 ekor. 

Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut Sofyan Yani mengatakan, tim teknis kesehatan hewan telah melakukan pengobatan terhadap 5.227 ekor ternak. Dari jumlah itu, sebanyak 3.452 ekor diantaranya bergejala PMK. 

"Meskipun angka kesembuhan PMK di Kabupaten Garut cukup tinggi, namun tetap ada beberapa hewan ternak yang mati dengan gejala penyakit yang banyak menyerang sapi ini. Dari data terakhir, sebanyak 75 ekor ternak mati dengan gejala PMK," kata Sofyan Yani, Sabtu (25/6/2022). 

Satgas Pengendalian dan Penanggulangan PMK Garut sejauh ini telah melaporkan wabah PMK telah menyebar di 21 kecamatan Kabupaten Garut. 

"Dalam rangkaian penanganan PMK, tim teknis terus melakukan langkah-langkah penanganan PMK seperti karantina wilayah, biosekuriti, pengobatan ternak bergejala PMK, dan penyemprotan disinfektan di area kandang yang terdampak," ujarnya. 

Vaksinasi PMK, lanjutnya, mulai dilakukan  untuk pengebalan ternak. Ia menjelaskan ternak yang bisa divaksinasi hanyalah ternak yang sehat. 

"Prioritas vaksinasi darurat diperuntukan bagi ternak sapi perah dan sapi bibit serta berada di area kandang yang belum terdampak PMK," katanya. 

Sementara vaksinasi kedua dilaksanakan dalam waktu empat minggu, dan booster diberikan enam bulan kemudian. 

"Menjelang hari Raya Idul Adha, pengawasan lalu lintas ternak masuk dan keluar Kabupaten Garut semakin diperketat melalui diberlakukannya chek point yang bekerjasama dengan instansi terkait," jelasnya.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD