Market Watch
Last updated : 16:15 WIB 31/05/2023

Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes

Major Indexes
  • IHSG
  • 6,633.26
  • -3.16
  • -0.05%
  • LQ45
  • 949.67
  • +6.57
  • +0.7%
  • IDX30
  • 494.61
  • +4.07
  • +0.83%
  • JII
  • 530.52
  • -7.10
  • -1.32%
  • HSI
  • 18,216.91
  • -17.36
  • -0.1%
  • NYSE
  • 14,887.14
  • -107.50
  • -0.72%
  • STI
  • 3,160.78
  • +1.98
  • +0.06%
Currencies
  • USD-IDR
  • 14,990
  • 0.00%
  • 0
  • HKD-IDR
  • 7
  • 0.00%
  • 0
Commodities
  • Emas
  • 943,493
  • -0.08%
  • -786
  • Minyak
  • 1,028,614
  • -1.21%
  • -12,592

Jelang Ramadan, Kemendag Awasi Distribusi Minyak Goreng dan Beras

Economics
Advenia Elisabeth/MPI
16/03/2023 09:39 WIB
Jelang Ramadan, Kemendag intensif memantau dan mengawasi distribusi bahan pokok terutama minyak goreng dan beras.
Jelang Ramadan, Kemendag Awasi Distribusi Minyak Goreng dan Beras (FOTO: MNC Media)
Jelang Ramadan, Kemendag Awasi Distribusi Minyak Goreng dan Beras (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Mendekati masuknya bulan puasa Ramadan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) intensif memantau dan mengawasi distribusi bahan pokok terutama minyak goreng dan beras.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), dan Satgas Pangan terkait hal ini. 

"Kegiatan pantauan pengawasan tersebut melibatkan dengan satgas. Jadi Kemendag, Bapanas, dan satgas. Tiga ini selalu jalan bareng," ujar Mendag saat Rapat Kerja Dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Rabu (15/3/2023).

Hanya saja, kata Zulhas, yang menjadi fokus utama Kemendag kali ini adalah minyak goreng dan beras. Mengingat dua komoditas tersebut hingga hari ini masih belum tuntas permasalahannya. 

Seperti kasus penimbunan minyak goreng, kelangkaan Minyakita, naiknya harga beras, pengoplosan beras, dan sebagainya. 

"Awal-awal kami juga menemukan minyak goreng banyak ditimbun, tapi setelah kami cek ternyata karena permasalahan DMO," beber Mendag. 

"Kita juga Awasi beras, beberapa kali kita bersama Bulog operasi pasar. Hanya sekarang permintaannya tinggi stoknya berlomba," tambahnya. 

Lebih lanjut mengenai beras, saat ini upaya Kemendag dan Bulog agar tidak kalah saing dengan swasta, Bulog sudah bisa membeli gabah petani dengan harga yang tertinggi. Dengan begitu, para petani bisa lebih sejahtera memproduksi dan menjualkan hasil panennya. Dengan demikian, diharapkan bisa membantu mengatasi kelangkaan stok dan tingginya harga di pasaran. 

"Bulog sekarang sudah bisa beli Rp 9.950 per kg. Boleh pak sekarang. Sudah keluar aturannya, saya yang usul karena kalau tidak, Bulog tidak dapat-dapat," tutur Mendag. 

Oleh karena itu, tambah Mendag, beras di mana pun akan dibeli oleh Bulog walaupun harganya di atas lebih mahal. Hal itu tidak masalah agar petani tidak dirugikan.

"Jadi saya tekankan sekarang walaupun ada impor beras petani tidak dirugikan karena harganya tetap bagus," tutup Mendag. (RRD)

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis IDX Channel tidak terlibat dalam materi konten ini.