Rosneft memiliki 20 persen saham di Sakhalin-1, ONGC Videsh dari India memegang 20 persen lainnya, dan sebuah konsorsium Jepang yang terdiri dari Kementerian Perekonomian dan beberapa perusahaan energi Jepang memegang 30 persen.
Ketika rentetan sanksi terhadap Rusia dimulai setelah invasinya ke Ukraina, perusahaan-perusahaan Jepang dan Kementerian Perekonomian diberikan pengecualian dari tindakan hukuman tersebut karena ketergantungan negara tersebut yang sangat besar pada komoditas energi asing.
Selain Sakhalin-1, yang mengekspor minyak mentah ke Jepang, negara tersebut juga membeli gas alam cair dari proyek Sakhalin-2. LNG Rusia menyumbang sekitar sembilan persen dari total impor gas alam cair Jepang. (Wahyu Dwi Anggoro)