IDXChannel - Jepang mengaku kesulitan untuk menghentikan impor minyak dan gas dari Rusia.
“Pemerintah Jepang menyadari bahwa mengamankan energi dari luar negeri, termasuk Proyek Sakhalin, sangat penting bagi ketahanan energi Jepang,” kata Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang dalam pernyataannya, dilansir dari Oilprice pada Minggu (30/11/2025).
“Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa pasokan energi Jepang yang stabil tidak terganggu,” katanya.
Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang menanggapi pertanyaan Reuters mengenai sanksi terbaru Amerika Serikat (AS) terhadap Rosneft, produsen minyak terbesar Rusia dan pemegang saham dalam proyek Sakhalin-1.
Proyek ini dulunya dioperasikan oleh Exxon, tetapi perusahaan minyak raksasa tersebut meninggalkan Rusia pada 2022.