AALI
8375
ABBA
575
ABDA
0
ABMM
1490
ACES
1325
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2860
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
214
ADRO
1330
AGAR
356
AGII
1305
AGRO
2350
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
65
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
3870
AKSI
430
ALDO
735
ALKA
238
ALMI
236
ALTO
304
Market Watch
Last updated : 2021/09/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
454.15
-1.06%
-4.87
IHSG
6090.61
-0.7%
-42.64
LQ45
853.13
-1.08%
-9.31
HSI
24055.66
-3.47%
-865.10
N225
30500.05
0.58%
+176.75
NYSE
16460.35
-0.7%
-116.45
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,230
Emas
801,690 / gram

Jokowi Ajak Jerman Wujudkan Transformasi Digital di Indonesia

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Senin, 12 April 2021 22:28 WIB
Presiden Joko Widodo mengajak Jerman untuk bermitra dalam mewujudkan transformasi digital industri di Indonesia.
Jokowi Ajak Jerman Wujudkan Transformasi Digital di Indonesia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo mengajak Jerman untuk bermitra dalam mewujudkan transformasi digital industri di Indonesia. Hal tersebut, dia sampaikan dalam pembukaan Hannover Messe 2021.

Jokowi mengatakan untuk menuju tranformasi tersebut, Indonesia telah menyiapkan beberapa hal salah satunya roadmap implementasi Makin Indonesia 4.0.

"Dalam roadmap tersebut ada 3 hal utama yang dibutuhkan," kata Jokowi dalam sambutannya secara virtual, Senin (12/4/2021).

Jokowi memaparkan, Pertama era industri 4.0 penguatan sumber daya manusia (SDM) adalah sebuah kebutuhan. Indonesia memiliki bonus demografi pada 2030 jumlah usia produktif Indonesia tumbuh dua kali lipat.

Tantanganya adalah penyiapan SDM yang mampu menghadapi tantangan masa depan seperti big data, artificial inteligent, internet of thing.

"Saya yakin Jerman bisa mendukung penguatan SDM Indonesia melalui pengembangan pendidikan vokasi, penguatan riset dan penguatan universitas berbasis teknologi," ujarnya.

Kedua, menciptakan indonesia iklim investasi yang kondusif bagi industri 4.0. Salah satunya dengan pengesahan UU cipta Kerja yang akan mempermudah dan memberikan kepastian usaha.

"UU cipta kerja akan memberikan insentif bagi ekonomi digital, dan mendukung pengembangan industri 4.0," terangnya.

Ketiga, lanjut Jokowi, investasi pada pembangunan hijau. Jokowi menjelaskan peluang bisnis dalam pembangunan hijau ini mempunyai potensi bisnis sebesar USD 10,1 triliun.

Untuk itu, Indonesia telah melakukan terobosan seperti program bio diesel atau green diesel dari kelapa sawit dan pemasangan pembangkit listrik tenaga surya. Di saat yang sama Indonesia juga siap berkontribusi pada energi masa depan.

Indonesia sebagai negara penghasil nikel terbesar di dunia, mengembangkan biji nikel menjadi baterai lithium sebagai komponen utama baterai ponsel atau mobil listrik.

"Kerja sama pembangunan hijau ini dengan German ini merupakan sebuah prioritas untuk dilakukan," tandasnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD