AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Jokowi Minta TNI-Polri Jaga Investasi Kawasan Industri Hijau di Kalimantan

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Selasa, 21 Desember 2021 13:08 WIB
Presiden Jokowi meminta secara khusus kepada TNI-Polri untuk menjaga investasi di kawasan industri hijau di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.
Jokowi Minta TNI-Polri Jaga Investasi Kawasan Industri Hijau di Kalimantan (FOTO: MNC Media)
Jokowi Minta TNI-Polri Jaga Investasi Kawasan Industri Hijau di Kalimantan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta secara khusus kepada TNI-Polri untuk menjaga investasi di kawasan industri hijau di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Jokowi mengungkapkan, dirinya sudah memantau kawasan industri hijau di Kalimantan tersebut selama dua tahun lalu. 

"Saya sudah puterin kawasan ini 2 tahun yang lalu dengan pesawat. Kondisinya seperti apa, keadaannya seperti apa, situasinya seperti apa," katanya, Senin (21/12/2021)

Pada kesempatan itu dia meminta kepada TNI/Polri untuk mengamankan investasi di kawasan industri hijau tersebut. Dia mengingatkan agar jangan sampai ada persoalan sekecil apapun.

"Dan saya minta kepada kapolda, kapolres, pangdam, kodim, gubernur, bupati kawal secara detail kawasan ini agar kondusif dan aman. Sehingga investasi betul-betul segera bisa melakukan percepatan pembangunan di sini. Jangan sampai ada persoalan sekecil apapun," ungkapnya.

Bagi Jokowi pembangunan kawasan ini adalah momentum dimulainya transformasi ekonomi Indonesia. Tidak hanya itu, kawasan ini disebut akan menjadi yang terbesar di dunia.

Namun yang lebih penting baginya adalah kawasan ini mampu menyerap tenaga kerja di Indonesia.

"Dalam masa kontruksi tadi disampaikan bahwa akan muncul kurang lebih 10.000 tenaga kerja yang dibutuhkan. Pada saat operasi hanya di sini saja, belum anak cucu turunan dari produk-produk yang dihasilkan itu 60.000. perkiraan saya lebih dari 200.000 plus anak cucu turunan dari produk-produk yang dihasilkan," tutup Jokowi. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD