AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Jual Obat Terapi Covid Harga Tinggi, Empat Pegawai Apotek Ditangkap 

ECONOMICS
Sindo Dul
Kamis, 29 Juli 2021 22:50 WIB
Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi mengamankan empat pegawai apotek sebagai tersangka kasus penjualan obat tidak sesuai harga eceran tertinggi.
Jual Obat Terapi Covid Harga Tinggi, Empat Pegawai Apotek Ditangkap  (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi mengamankan empat pegawai apotek sebagai tersangka kasus penjualan obat tidak sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. 

Keempat tersangka itu terancam hukuman pidana lima tahun penjara. Sebab, obat tersebut merupakan obat pencegah Covid-19.
 
Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Andi Oddang menjelaskan pengungkapakan kasus ini berdasarkan laporan masyarakat. Pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mendatangi apotek sesuai informasi masyarakat tersebut.

”Ternyata benar, mereka menjual obat, khususnya obat antivirus diatas harga eceran tertinggi yang tetap ditetapkan Kemenkes,” katanya.
 
Menurut dia, keempat tersangka itu merupakan pegawai dari dua lokasi apotek berbeda selain karyawan, mereka asisten apoteker. Tersangka RH pegawai apotek BL di kawasan Jalan Industri, Kecamatan Cikarang Utara. Lalu, tersangka RM, IDS, dan RW dari pegawai apotek MF di Jalan Raya Imam Bonjol, Kecamatan Cikarang Barat. 
 
Berdasarkan penelusuran petugas, mereka menjual obat jenis Fluvir 75 mg Rp 27.500 sedangkan HET Rp 26.000. Untuk per tablet kentuan HET Rp 1.700 akan tetapi dijual dengan harga Rp 5.000. Kemudian obat Azithromycin 500 mg harga Rp 1.700 per tablet dijual Rp 13.333 ribu per tablet dan itu tidak sesuai dengan aturan dari pemerintah.
 
Kemudian mereka beralasan menjual harga tinggi itu demi mendapatkan keuntungan lebih banyak. Padahal sudah tegas Kementerian Kesehatan mengeluarkan HET sejumlah jenis obat untuk penanganan Covid-19. Intruksi Kapolri juga sangat jelas agar dilakukan penindakan jika ada apotek menjual obat diatas harga eceran tertinggi.
 
”Para tersangka tidak dilakukan penahanan, apotek juga tidak disegel karena sesuai surat edaran Kapolri terkait masalah ini. Karena untuk menjaga peredaran obatan-obatan Covid-19 ini tidak terganggu,” ungkapnya. Namun, pemilik apotektak menutup kemungkinan akan dijadikan tersangka dalam kasus ini.
 
Sebab, dari hasil pemeriksaan pemilik apotek ini mengetahui juga obat-obat itu dijual diatas harga eceran tertinggi.”Mereka tidak menimbun karena tidak sempat menimbun, tapi pembelian terbatas dan ini kasus menjual obat diatas HET. Jadi kasus ini masih terus kami dalami, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi,” tegasnya.
 
Adapun barang bukti yang diamankan dari apotek MF, delapan strip atau 48 tablet obat Azithromycin 500 gram, dan satu lembar nota pembelian atas tiga strip Azithromycin 500 gram. Dari apotek BL barang buktinya 10 tablet obat Fluvir 75 mg, 5 Tablet obat Azithromycin 500 mg, faktur pembelian beserta invoice.
 
Kemudian kwitansi penjualan atas 1 box obat Fluvir 75 mg, dan 5 Tablet obat Azithromycin 500 mg pada 22 Juli 2021.Keempat tersangka itu dijerat Pasal 62 Junto 10 huruf (a) Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Kosumen. Para tersangka dikenakan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD