Menurutnya, Presiden telah memberikan arahan spesifik agar kedua pilar ekonomi ini berjalan seiringan untuk mencapai target pertumbuhan nasional di tengah tantangan ekonomi global.
"Arahnya intinya adalah bahwa fiskal moneter harus berkoordinasi bersinergi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan tentu saja juga, pada saat ini kita harus menjaga stabilitas makroekonomi, termasuk stabilitas dan fiskal. Mungkin intinya itu dari saya," kata dia.
Mengawali masa jabatannya, Juda menyatakan rasa nyamannya bergabung dengan tim di Kementerian Keuangan. Ia optimistis sinergi yang lebih erat akan membawa dampak positif bagi ketahanan ekonomi Indonesia ke depan.
"Saya merasa nyamanlah untuk otoritas fiskal Kementerian Keuangan. Saya kira koordinasi KSSK adalah fiskal dan moneter, insyaallah akan semakin baik, semakin erat," tutur Juda.
Kehadiran Juda Agung di Kementerian Keuangan diharapkan mampu menjembatani sinkronisasi kebijakan suku bunga dan pengelolaan anggaran negara secara lebih harmonis, demi menjaga kepercayaan pasar dan stabilitas nilai tukar rupiah.
(Febrina Ratna Iskana)