Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang perlu diwaspadai Indonesia dalam menghadapi dinamika global tersebut, yakni ketahanan energi, ketahanan pangan, serta stabilitas nasional.
Dari sisi energi, Anindya mengingatkan kenaikan harga minyak dunia berpotensi memberikan tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika harga minyak menembus USD100 per barel, defisit anggaran berpotensi meningkat signifikan.
"Kalau harga minyak terus naik bahkan menembus USD100 per barel, tentu ini menjadi tekanan besar bagi APBN kita. Saat ini APBN kita di Rp600 triliun kurang lebih defisit yang dianggarkan, tentu angkanya bisa naik sampai 40–50 persen," katanya.
Meski demikian, dia menyebut ketahanan energi di DKI Jakarta relatif aman, khususnya dalam hal pasokan gas dan bahan bakar minyak yang penting bagi aktivitas ekonomi, termasuk sektor perikanan.