AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kasus Covid-19 Turun, Tak Ada PPKM Level 4 di Daerah Luar Jawa-Bali

ECONOMICS
Michelle Natalia
Senin, 13 September 2021 21:20 WIB
Ketua Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa tak ada PPKm level 4 di luar Jawa-Bali.
Ketua Komite Penanganan Covid-19  Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa tak ada PPKM level 4 di luar Jawa-Bali. (Foto: MNC Media)
Ketua Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa tak ada PPKM level 4 di luar Jawa-Bali. (Foto: MNC Media)

IDXChannel- Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan perkembangan terbaru terkait pelaksanaan PPKM di luar Jawa dan Bali. Dia mengungkapkan bahwa dengan tren kasus yang menurun, tidak ada lagi provinsi di luar Jawa dan Bali yang menjalankan PPKM Level 4.

"Kalau kita lihat secara provinsi terjadi penurunan dari level 4, yaitu 2 provinsi menjadi tidak ada di level 4," ujar Airlangga dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Senin (13/9/2021)

Tercatat bahwa jumlah provinsi yang menjalankan PPKM Level 3 turun dari 22 provinsi menjadi 16 provinsi. Sementara itu, PPKM Level 2 naik dari 3 provinsi menjadi 11 provinsi. Kendati demikian, masih ada 23 kabupaten/kota yang menerapkan PPKM Level 4.

"Karena ini penting agar berbagai persiapan dari pemerintah dan masyarakat ini harus terus waspada karena ada beberapa hal yang perlu diperbaiki agar penurunan level ataupun tingkat kasus ini masih bisa dijaga karena pandemi Covid-19 bersifat dinamis," pungkas Airlangga. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD