AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Kasus Covid di RI Melonjak, Satgas Ungkap Biang Keroknya

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Senin, 02 Agustus 2021 10:18 WIB
Berdasarkan data Satgas Covid-19, seluruh provinsi di Indonesia mengalami tren peningkatan kasus baru covid.
Kasus Covid di RI Melonjak, Satgas Ungkap Biang Keroknya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kasus covid-19 di Indonesia masih tinggi sampai saat ini. Berdasarkan data Satgas Covid-19, seluruh provinsi di Indonesia mengalami tren peningkatan kasus baru covid.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Ganip Warsito melaporkan saat ini kasus aktif  Covid-19 di 34 provinsi di Tanah Air melonjak. Bahkan, angka kematian akibat Covid-19 di sejumlah provinsi dalam waktu 1 pekan terakhir juga naik.

“34 provinsi di Indonesia saat ini memiliki tren kasus aktif yang meningkat. Jawa Tengah menjadi provinsi dengan kenaikan angka kematian tertinggi dalam waktu 1 pekan terakhir naik sebesar 55,5 persen, Jawa Timur naik 33,4 persen, DKI Jakarta 66,8 persen, Kalimantan Timur naik 62,4 persen, dan Daerah Istimewa Yogyakarta naik 33,7 persen,” ungkap Ganip dalam pembukaan Webinar Peningkatan Kapasitas Kepemimpinan Kolaboratif dalam Mempercepat Penanganan Pandemi Covid-19, Senin (2/8/2021).

Ganip mengungkapkan penyebab lonjakan kasus Covid-19 adalah akibat adanya varian Delta. “Kita mengetahui bahwa beberapa pekan belakangan ini jumlah kasus aktif melonjak cukup drastis mengingat banyaknya kasus baru dari adanya varian Delta,” tegasnya.

“Lonjakan tersebut memberikan tantangan besar bagi kita, bagi masyarakat dan bangsa kita. Tantangan yang kita hadapi ini bersifat multisektor baik itu dari sisi kesehatan, ekonomi, sosial dan sektor-sektor strategis lainnya,” papar Ganip.

Sehingga, kata Ganip, penanganan yang diperlukan juga harus mengutamakan keseimbangan multidimensi hingga di level mikro sebagai salah satu upaya. 

“Penanganan berbasis mikro merupakan strategi yang ampuh dan khas yang dimiliki oleh Indonesia sebagai solusi penanganan pandemi,” katanya.


“Strategi ini dapat dijalankan secara efektif dengan melibatkan seluruh pihak dari tingkat provinsi, kabupaten kota, desa kelurahan, hingga ke RT RW. Oleh karena itu pimpinan daerah memiliki peran sangat besar terhadap pengendalian kasus saat ini,” papar Ganip.  (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD