AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Kasus Covid Melonjak, PNS yang WFO Bakal di Bawah 25 Persen

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Kamis, 24 Juni 2021 16:54 WIB
Kemenpan-RB berencana mengeluarkan kebijakan Work From Office (WFO) di bawah 25 persen. Hal ini menyikapi makin melonjaknya kasus covid-19.
Kasus Covid Melonjak, PNS yang WFO Bakal di Bawah 25 Persen (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Kasus Covid Melonjak, PNS yang WFO Bakal di Bawah 25 Persen (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) berencana mengeluarkan kebijakan Work From Office (WFO) di bawah 25 persen. Hal ini menyikapi makin melonjaknya kasus covid-19.

Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (SesmenPANRB) Dwi Wahyu Atmaji mengatakan beberapa kementerian sebagian besar pegawainya sudah bekerja dari rumah. Namun untuk KemenPANRB masih 25 persen pegawai yang bekerja dari kantor.

Seperti diketahui adanya lonjakan kasus, pemerintah memperketat kegiatan perkantoran. Dimana untuk wilayah berzona merah agar menerapkan sistem kerja dari kantor dengan kapasitas 25 persen. Sementara sisanya 75 persen bekerja dari rumah.

“Ada beberapa kementerian lembaga yang sudah sebagian besar bekerja dari rumah. Untuk kami di KemenPANRB masih 25 persen,” katanya dalam acara Pembahasan Isu Strategis dan Kebijakan PANRB II, Kamis (24/6/2021)
Namun Dwi menyebut pihaknya tengah mempertimbangkan agar pegawai yang ke kantor kurang dari 25 persen. Namun belum jelas berapa pegawai yang akan tetap ke kantor.

“Kami sedang pertimbangkan minggu depan kita akan lebih sedikit lagi yang ke kantor,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu Dwi menyampaikan agar masing-masing instansi mengambil kebijakannya sendiri. Dimana hal ini disesuaikan dengan daerahnya masing-masing.

“Bapak ibu sekalian silahkan mengambil kebijakan sesuai dengan surat edaran yang ada dan disesuaikan juga dengan kondisi di instansi masing-masing,” tuturnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD