AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Kasus Omicron Merangkak Naik, Ridwan Kamil: Jabar Lampu Kuning

ECONOMICS
Agung Bakti Sarasa
Selasa, 25 Januari 2022 18:36 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau masyarakat mewaspadai peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron di Jabar.
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau masyarakat mewaspadai peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron di Jabar.  (Foto: MNC Media)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau masyarakat mewaspadai peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron di Jabar. (Foto: MNC Media)


IDXChannel- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengimbau masyarakat mewaspadai peningkatan kasus COVID-19 varian Omicron di Jabar

Imbauan tersebut disampaikan Ridwan Kamil menyusul angka kasus COVID-19 varian Omicron yang terus merangkak naik. Bahkan, pihaknya pun telah menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi potensi kenaikan kasus berdasarkan pengalaman mengatasi varian Delta tahun lalu. 

Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengungkapkan, kenaikan kasus COVID-19 varian Omicron di Jabar juga ditandai dengan naiknya tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) rumah sakit COVID-19.

"Omicron ini masih merangkak naik, meskipun relatif terprediksi, tapi tren di kami BOR juga sudah mulai naik yang tadinya 2 persen sekarang sudah hampir 8 persen. Jadi, mengindikasikan sekarang kita sedang lampu kuning di Jabar. Maka persiapan seperti Delta dulu sedang kita hidupkan lagi," jelas Kang Emil seusai pertemuan dengan para tokoh Sunda di Taman Hutan Raya (Tahura), Bandung, Selasa (25/1/2022). 

Berdasarkan catatannya, lanjut Kang Emil, kasus Omicron mayoritas ditemukan di wilayah Jabodetabek yang menjadi episentrum karena berdekatan dengan bandara sebagai pintu gerbang warga yang datang dari luar negeri. 

"Ngumpul (kasus banyak) di situ (Jabodetabek), sehingga ketika ada penurunan juga dari situ. Termasuk yang di kabupaten Bandung, itu si suaminya datang dari luar negeri, karantina sembuh dan pas ke Kabupaten Bandung ternyata muncul lagi kan begitu," terang dia.

"Tapi di Jabar, Depok, Bekasi, itu penyumbang terbesar kasus Omicron," katanya. 

Diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron. Total kasus Omicron di Indonesia menjadi 1.161 sejak 15 Desember 2021 lalu. 

Dari total 1.161 pasien Omicron, dua orang di antaranya meninggal dunia. Satu orang merupakan kasus transmisi lokal dan satu orang lainnya pelaku perjalanan luar negeri. Kedua pasien Omicron yang meninggal dunia juga diketahui memiliki penyakit penyerta (komorbid). (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD