Dalam arahannya di Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026, Prabowo menegaskan bahwa petani dan nelayan memiliki peran historis dalam perjalanan bangsa. Sejak masa perjuangan kemerdekaan, petani dan nelayan telah menjadi kekuatan utama yang menopang kehidupan rakyat, pejuang, dan prajurit Indonesia.
Presiden juga menekankan bahwa Indonesia tidak boleh bergantung pada impor pangan. Menurut Prabowo, kemerdekaan harus menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat kecil, khususnya petani dan nelayan yang selama ini menjadi tulang punggung bangsa.
Sejumlah capaian sektor pertanian turut disampaikan dalam kegiatan tersebut, antara lain penurunan harga pupuk sebesar 20 persen, peningkatan Nilai Tukar Petani hingga 127 persen, pertumbuhan sektor pertanian sebesar 5,74 persen, serta capaian produksi pangan Indonesia yang disebut mencapai 38 juta ton.
(NIA DEVIYANA)