AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Kebutuhan Listrik Diprediksi Naik 5 Persen di 2060, Ini Tindakan PLN

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 29 Juli 2021 15:44 WIB
PT PLN (Persero) memperkirakan, kebutuhan listrik dalam negeri pada 2060 naik 5 kali lipat dari kebutuhan saat ini.
Kebutuhan Listrik Diprediksi Naik 5 Persen di 2060, Ini Tindakan PLN. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT PLN (Persero) memperkirakan, kebutuhan listrik dalam negeri pada 2060 naik 5 kali lipat dari kebutuhan saat ini. Asumsi pertumbuhan konsumsi listrik mencapai 4,6 persen, maka kebutuhan kelistrikan pada 2060 sebesar 1.800 TWh  

Wakil Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyebut, dengan asumsi tersebut, maka ada penambahan kapasitas listrik pada 2060 sebesar 1.500 TWh atau lima kali lipat dari kapasitas listrik di tahun ini sebesar 300 TWh  

Melihat kondisi tersebut, direncanakan penambahan kapasitas pembangkit untuk menutup selisih kebutuhan dan pasokan listrik akan didominasi energi baru dan terbarukan (EBT). Meski demikian, Darmawan menegaskan bukan berarti akan membangun pembangkit baru dan menutup pembangkit lama.

"Beberapa dari pembangkit yang sudah berjalan akan program co-firing, memasifkan penggunaan kendaraan listrik, mengonversi pembangkit listrik primer tenaga diesel dan batu bara dengan pembangkit EBT secara bertahap, dan yang lainnya," ujarnya, Kamis (29/7/2021). 

Perseroan pun tetap mempertimbangkan kondisi supply and demand agar kondisi oversupply yang saat ini terjadi dapat ditangani. Dalam kondisi saat ini, keuangan PLN cukup terbebani karena masih harus membayar listrik dari pihak ketiga yang hanya di utilisasi sebagian.

"Pemerintah menetapkan bahwa PLN harus membayar semua listrik yang dihasilkan oleh pihak ketiga. Oleh karena itu, saat ini PLN harus cermat dalam menghitung dan mengalokasikan pasokan listrik agar tidak memberikan dampak yang jauh lebih buruk bagi keuangan," kata dia.  

Perusahaan juga akan meningkatkan investasi yang diarahkan kepada pengembangan EBT guna mendukung komitmen untuk mendorong pencapaian nol emisi karbon atau net zero emission pada 2060.

Darmawan mengungkapkan, proyek penambahan pembangkit akan lebih fokus pada penerapan pembangkit EBT. Saat ini, PLN tengah mendorong transisi energi dan dekarbonisasi dengan strategi bertahap guna mencapai target nol emisi karbon pada 2060.

Dimana, PLN memulai memensiunkan generasi pertama PLTU (subcritical) pada 2030 dan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Sehingga pada 2060 seluruh PLTU digantikan pembangkit berbasis EBT. 

Untuk tahun-tahun mendatang, akan banyak mega proyek PLN untuk membangun pembangkit EBT akan mulai bermunculan. Meskipun saat ini kondisi ketenagalistrikan nasional tengah kelebihan pasokan, namun PLN berkomitmen akan terus meningkatkan bauran EBT sesuai dengan target yang dicanangkan. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD