AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

Kejar Target Operasi 2022, Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dikebut

ECONOMICS
Agung Bakti/Sindonews
Senin, 29 Maret 2021 10:58 WIB
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dikebut sehingga bisa mengejar target operasi 2022.
Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus dikebut sehingga bisa mengejar target operasi 2022. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) terus mengakselerasi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) untuk mengejar target penyelesaian di tahun 2022 mendatang. Berbagai program pembangunan dilakukan, termasuk pengerjaan sarana dan prasarana penunjang operasional KCJB. 

Jajaran Direksi PT KCIC pun terus melakukan koordinasi dan konsolidasi internal dan eksternal secara berkelanjutan, agar pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini dapat berjalan sesuai target. Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya menjelaskan, untuk mengejar target penyelesaian, percepatan progres di setiap titik dilakukan secara komprehensif, sehingga akselerasi pembangunan proyek KCJB bisa terwujud. 

"Saat ini, High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC), KCIC, beserta pemanufaktur sarana dan prasarana terkait didampingi oleh KAI sedang merumuskan check list untuk semua sub-sistem yang dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, baik itu terkait EMU, railway system, maupun operasional," papar Mirza dalam keterangan resminya, Senin (29/3/2021).

Di sisi lain, lanjut Mirza, pembangunan dan penyediaan sarana prasarana KCJB juga menjadi prioritas dan berjalan paralel. Keempat stasiun, yakni Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar saat ini dalam tahap konstruksi. Secara general, kata dia, pembangunan telah memasuki tahap fondasi dan struktur lainnya.

Terkait persiapan operasional KCJB, saat ini sedang dilakukan workshop pembuatan standar operasional prosedur (SOP) untuk bagian operasional dan maintenance dari setiap subsistem.

Dalam proses pembangunan proyek KCJB, menurut Mirza, harus diakui banyak tantangan dan hambatan yang dihadapi. Namun, PT KCIC terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua kontraktor yang terlibat dalam proyek KCJB secara intens.

"Termasuk penegasan penerapan zero tolerance terhadap kecelakaan kerja dari proses konstruksi proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung," ungkapnya.

Dia menambahkan, ketika ditemukan kendala, PT KCIC senantiasa mendorong semua kontraktor untuk mencari solusi efektif, sehingga persoalan bisa teratasi. 

Selain itu, melalui monitoring rutin mingguan, progres pembangunan dan percepatan yang dilakukan dapat terpantau dan direspons sesegera mungkin agar target pekerjaan di tahun 2022 dapat dipenuhi.

Terkait informasi munculnya pembengkakan biaya yang beredar di banyak media, Mirza menerangkan bahwa PT KCIC hingga saat ini masih melakukan kajian internal dengan pihak terkait. 

Untuk diketahui, feasibility study (FS) pembangunan KCJB dilakukan di tahun 2015 atau enam tahun silam. Seiring dengan berjalannya waktu dan proses, tentu ada inflasi yang terjadi. Apalagi, di tahun 2020, terjadi pandemi COVID-19 yang membuat seluruh industri terkena dampaknya. Imbas serupa juga menerpa proyek KCJB yang ditangani PT KCIC. 

Kondisi tersebut menurutnya tentu berdampak pada proses pembangunan KCJB yang sedang berjalan. Meski begitu, pihaknya tetap berupaya melakukan berbagai langkah untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

"Koordinasi dan komunikasi dengan pihak internal dan eksternal dilakukan secara simultan dan intens sehingga saat ini akselerasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa terus berjalan," jelasnya seraya menekankan, PT KCIC tidak melakukan pengurangan karyawan. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD