IDXChannel - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani kontrak kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk asistensi teknis solusi Smart City. Pemerintah AS menghibahkan USD2,49 juta atau setara Rp41,75 miliar ke IKN untuk perencanaan smart city.
Proyek ini didukung melalui hibah dari U.S. Trade and Development Agency (USTDA), lembaga independen Pemerintah Amerika Serikat yang bertujuan mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan dukungan hibah ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap visi pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan.
Asistensi teknis ini akan menghasilkan dokumen strategis dan teknis yang meliputi Smart City Enterprise Architecture, Procurement-Ready RFP Packages, Financial and Investment Model, ESG Compliant Framework (PESIA), Capacity Building Roadmap, serta Implementation Phasing Plan. Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Basuki mengatakan proyek ini melibatkan konsorsium yang terdiri dari Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis, bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia (Center of Excellence on Smart City), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia (Partner Google Cloud Platform).
"Visi kami jelas, Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas," ujar Basuki dalam pernyataan tertulis, Kamis (26/2/2026).
Sementara itu, Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, membagikan visi jangka panjangnya mengenai pengembangan kota kognitif.
"Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City. Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif," kata dia.