IDXChannel—Demam berdarah dengue (DBD) selama ini identik dengan musim hujan. Namun, para ahli mengingatkan bahwa penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti itu kini tidak bisa dianggap sekadar penyakit musiman.
Dalam studi terbaru Jakarta Dengue Forum yang dikutip dari rilis resmi Takeda (20/7/2026), disebutkan bahwa risiko penularan dengue di Indonesia dapat terjadi sepanjang tahun. Itulah mengapa upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K), mengatakan besarnya dampak dengue terhadap kesehatan masyarakat menunjukkan bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius.
Menurutnya, penanganan dengue juga tidak cukup hanya berfokus pada pasien yang sudah terinfeksi. Upaya pencegahan harus diperkuat agar angka kasus, rawat inap, hingga kematian dapat ditekan.
“Menghadapi ancaman penyakit dengue yang begitu berat dan meluas, kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu atau dua upaya pencegahan konvensional seperti 3M Plus. Kita membutuhkan sesuatu yang komprehensif,” ujar Prof. Sri, diikuti oleh rilis resmi Takeda.