Pendekatan komprehensif yang dimaksud di antaranya pengendalian vektor nyamuk, penguatan diagnosis dini di fasilitas kesehatan, dan pemanfaatan intervensi medis yang tersedia untuk pencegahan.
“Hanya melalui upaya komprehensif inilah kita dapat membangun perlindungan yang kuat bagi anak-anak dan masyarakat luas dari dengue,” lanjutnya.
Prof. Sri juga mengingatkan bahwa dampak dengue tidak berhenti saat pasien dinyatakan sembuh. Masa pemulihan dapat berlangsung sekitar satu hingga dua minggu sehingga aktivitas belajar, bekerja, maupun produktivitas keluarga ikut terganggu.
Karena itu, para ahli menilai pencegahan dengue perlu menjadi perhatian sepanjang tahun. Masyarakat diimbau tetap menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin, dan mengenali gejala dengue sejak dini.
Tujuannya agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.
(Nadya Kurnia)