AALI
9925
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1570
ACES
1260
ACST
242
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1070
ADMF
7825
ADMG
200
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4320
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.06
0.26%
+1.33
IHSG
6621.04
0.26%
+17.24
LQ45
947.48
0.2%
+1.89
HSI
24238.70
1.01%
+241.83
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

KemenBUMN Ungkap Aset dan Proyeksi Pendapatan Pelindo Pasca Merger

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Minggu, 03 Oktober 2021 15:00 WIB
Kementerian BUMN selaku pemegang saham mencatat aset Pelindo dari hasil penggabungan mencapai Rp112 triliun.
KemenBUMN Ungkap Aset dan Proyeksi Pendapatan Pelindo Pasca Merger (Dok.MNC Media)
KemenBUMN Ungkap Aset dan Proyeksi Pendapatan Pelindo Pasca Merger (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menggabungkan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo I-IV dalam satu payung manajemen. Merger tersebut ditandai dengan penandatanganan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 101 Tahun 2021 yang diterbitkan pada 1 Oktober 2021 kemarin. 

Kementerian BUMN selaku pemegang saham mencatat aset Pelindo dari hasil penggabungan mencapai Rp112 triliun. Sementara, di sisi pendapatan (income) diproyeksi berada di angka Rp28,6 triliun per tahun. 

Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyebut, jumlah aset dan proyeksi pendapatan tersebut mencatatkan perseroan sebagai perusahaan di sektor kepelabuhan bertaraf internasional. 

"Total aset dari penggabungan empat Pelindo ini menjadi Rp112 triliun, pendapatan Rp 28,6 triliun. Jadi skalanya memang sudah masuk ke skala perusahaan pelabuhan global," ujar Kartika dikutip Minggu (3/10/2021). 

Secara best practice, pemegang saham mencatat Pelindo II yang menjadi leading sektor. Namun, setelah di-merger, ketiga perusahaan lainnya akan melakukan benchmark atau penyesuain dari bisnis Pelindo II. 

"Dan layanan memang Pelindo II yang sekarang ini ada menjadi leading sektor. diharapkan Pelindo lainnya menyesuaikan layanan dan efisiensinya untuk bisa mencapai benchmark yang ada di Pelindo II," tutur dia.  

Di lain sisi, Pelindo pun membentuk empat subholding berdasarkan klasterisasi bisnis masing-masing anggota. Adapun keempat subholding yang dimaksud adalah peti kemas, non-peti kemas, logistics hinterland development, marine, dan equipment & port services. 

Pemegang saham optimis subholding dapat meningkatkan bisnis perusahaan baik kapasitas maupun pelayanannya.  

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD