sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kemendag Fasilitasi Ekspor 1.217 UMKM Sepanjang 2025, Total Transaksi USD134,87 Juta

Economics editor Nia Deviyana
09/02/2026 04:00 WIB
Kemendag memfasilitasi 1.217 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha dalam melakukan ekspor Sepanjang 2025.
Kemendag Fasilitasi Ekspor 1.217 UMKM Sepanjang 2025, Total Transaksi USD134,87 Juta. Foto: iNews Media Group.
Kemendag Fasilitasi Ekspor 1.217 UMKM Sepanjang 2025, Total Transaksi USD134,87 Juta. Foto: iNews Media Group.

Business Matching Tematik Disabilitas digelar pada 26—29 September 2025, mempertemukan UMKM dengan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Santiago di Chile, ITPC Osaka di Jepang, Atase Perdagangan RI Berlin di Jerman, dan Atase Perdagangan RI Bangkok di Thailand untuk mempromosikan produk kerajinan dan fesyen.

Kemendag juga menyelenggarakan dua sesi business matching memperingati Hari Perempuan Internasional (Women’s Day) 2025. Kedua sesi melibatkan perwakilan perdagangan RI di Hungaria dan Inggris yang menampilkan produk makanan ringan, fesyen, dan batik.

“Business matching tematik mendorong partisipasi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha agar produk unggulannya dapat dikenal dan diterima di pasar internasional. Upaya ini adalah komitmen memastikan seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang setara untuk mengakses pasar global,” tutur Mendag.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan, Program UMKM BISA Ekspor akan terus diperkuat. Salah satu caranya, yaitu melibatkan aktif kedutaan besar RI dan konsulat jenderal RI di berbagai negara tujuan ekspor. 

Langkah tersebut untuk meningkatkan fasilitasi business matching sekaligus pendampingan UMKM yang lebih intensif dan berkelanjutan.

Puntodewi menambahkan, Kemendag telah menyusun rekomendasi 178 pameran internasional yang dapat dimanfaatkan pembina UMKM sebagai referensi dalam mendorong produk binaannya ke pasar ekspor untuk 2026. 

“Para pembina UMKM juga mengharapkan masukan yang lebih intensif dari perwakilan perdagangan RI menyangkut kesesuaian produk UMKM dengan karakteristik pasar negara tujuan,” kata Puntodewi.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement