IDXChannel - Kementerian Pedagangan (Kemendag) memfasilitasi 1.217 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha dalam melakukan ekspor sepanjang 2025.
Diinisiasi pelalui program Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor), Kemendag mencatat total transaksi mencapai USD134,87 juta.
"Capaian ini membuktikan UMKM Indonesia punya kesempatan bersaing untuk diterima di pasar internasional,” ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso dalam keterangan tertulis, Minggu (8/2/2026).
Total transaksi USD134,87 juta terdiri atas purchase order sebesar USD57,45 dan potensi transaksi USD77,42. Terlaksana 622 kegiatan business matching yang terdiri atas 399 sesi pitching (presentasi UMKM ke perwakilan perdagangan RI di luar negeri) dan 223 pertemuan dengan buyer mancanegara.
Mayoritas pertemuan terlaksana secara virtual melalui aplikasi konferensi daring.
Mendag Busan memaparkan, pitching dan business matching sepanjang 2025 paling banyak melibatkan mitra dari Uni Emirat Arab, disusul Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan.
Produk makanan dan minuman mendominasi pitching dan business matching dengan persentase sebesar 29,99 persen, diikuti produk perkebunan (14,91 persen), furnitur dan dekorasi rumah (10,94 persen), tekstil dan produk tekstil atau fesyen (10,94 persen), serta produk perikanan (5,63 persen).
Selain business matching reguler yang diadakan rutin tiap bulan, UMKM BISA Ekspor juga menginisiasi business matching tematik untuk menggaungkan fasilitasi UMKM yang inklusif.