"Masyarakat diharapkan waspada terhadap penyebaran berita bohong yang mengatasnamakan Kementerian Keuangan," katanya.
Penelusuran IDX Channel menemukan, isu ini bermula dari unggahan akun X (dahulu Twitter) bernama @iPoopBased, yang secara profil dikenal sebagai akun parodi.
Dalam unggahan tersebut, akun tersebut menuliskan narasi: "Indonesia's government launches 'Patungan APBN' on Kitabisa.com to address state debt."
Cuitan ini disertai dengan tangkapan layar hasil rekayasa digital (editing) yang memperlihatkan halaman kampanye donasi di Kitabisa dengan foto Presiden Prabowo Subianto.
Dalam gambar rekayasa tersebut, ditampilkan seolah-olah dana yang terkumpul telah mencapai Rp137,42 miliar dari target ambisius sebesar Rp800 triliun.
Meski jelas dimaksudkan sebagai konten komedi atau 'lucu-lucuan' oleh pembuatnya, tangkapan layar tersebut tersebar luas dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat yang menganggapnya sebagai kebijakan resmi pemerintah.
Kemenkeu kembali mengingatkan pengelolaan utang negara dilakukan melalui mekanisme APBN yang sah dan diawasi oleh undang-undang, bukan melalui penggalangan dana publik secara informal.
(Dhera Arizona)