Menurut dia, ada kesepakatan dengan Bulog untuk segera menyerap gabah petani. Adapun jumlah yang akan diserap antara lain, Banten 35.000 ton gabah, Yogyakarta 74.775 ton, Jambi 8.000 ton, Lampung 25.000, Sragen 17.580 ton, Karanganyar 15.000 ton, Boyolali 24.000 ton, Nganjuk 26.592 ton, Indramayu 750 ton beras, Rembang 14.000 ton.
"Kondisi normal HPP GKG Rp4.200. Kalau nggak panen harga di atas itu, sekitar Rp4.600-4.700/Kg. Sekarang sudah turun di beberapa lokasi tadi terjadi ini. Nah, kita hadir menangani ini di samping fokus produksi, dan bagaimana supaya petani kita ditolong jangan sampai harga jatuh di bawah HPP," tandasnya. (RAMA)