AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Kementerian BUMN Akan Bentuk Holding Industri Pertahanan, Ini Progressnya

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Jum'at, 11 Juni 2021 13:54 WIB
Pemerintah melalui Kementerian BUMN memiliki target pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan.
Pemerintah melalui Kementerian BUMN memiliki target pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Kementerian BUMN memiliki target pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan. Tujuannya untuk menggabungkan kekuatan BUMN di bidang industri pertahanan agar lebih fokus memenuhi kebutuhan alat peralatan pertahanan dan kemanan nasional (alpalhankam).  

Wakil Menteri BUMN, Pahala G Mansury menyebut, holding mampu menjawab tantangan kebutuhan pemenuhan alpalhankam nasional melalui proses elaborasi atas regulasi dan kebijakan terhadap rencana pengembangan kemampuan dan ekosistem industri pertahanan nasional. 

Bahkan, keberadaan holding dinilai tidak saja memberi manfaat bagi BUMN Pertahanan, namun juga mampu mendorong ekosistem pertahanan secara keseluruhan. 

“Pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan memberikan manfaat tidak hanya bagi BUMN anggota, negara atau pemerintah, tapi juga para pemangku kepentingan lainnya dan ekosistem pertahanan secara keseluruhan,” ujar Pahala dikutup, Jumat (11/6/2021). 

Saat ini, pemerintah tengah mengkonsolidasikan proses penggabungan perusahaan-perusaan negara tersebut. Salah satunya dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Chapter II BUMN Industri Pertahanan.

Dalam kesempatan itu, Sekjen Kementerian Pertahanan (Kemhan), Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto menyampaikan, dukungannya terhadap pembentukan Holding BUMN Industri Pertahanan.  Menurutnya, Kemhan terus memberikan dukungan untuk rencana induk klaster Indhan tersebut.

Salah satu dukungam yang dilakukan adalah penguatan posisi alpalhankam di pasar nasional dan global. “Dukungan juga dalam bentuk peningkatan skala dan penguatan posisi di pasar alpalhankam nasional dengan mengutamakan penggunaan produk buatan BUMN Indhan yang berkualitas,” kata Donny.

FGD yang dikemas dalam Indonesia Defence Club (IDC) Ini juga menghasilkan kesepahaman yang ditandatangani oleh para pemangku kepentingan seperti KKIP, Kemhan, Kemenko Marves, LIPI, Univesitas Pertahanan dan para Direktur Utama BUMN Industri Pertahanan.

Kesepahaman ini sangat penting untuk memuluskan cita-cita kemandirian industri pertahanan Indonesia. Dengan strategic holding, BUMN Industri Pertahanan akan mampu meningkatkan kemampuan secara bisnis maupun teknologi untuk memenuhi kebutuhan alpalhankam basional. Holding juga memiliki pengalaman dan kemampuan berkolaborasi dengan BUMS. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD