AALI
8450
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1220
ACES
1310
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2740
ADHI
920
ADMF
7675
ADMG
218
ADRO
1400
AGAR
368
AGII
1385
AGRO
2320
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
70
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
4070
AKSI
420
ALDO
725
ALKA
272
ALMI
238
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.17
0.3%
+1.40
IHSG
6133.47
0.41%
+25.21
LQ45
864.97
0.32%
+2.79
HSI
24759.28
2.22%
+537.74
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16352.18
1.04%
+167.68
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
806,781 / gram

Aset BUMN Capai Rp8.400 Triliun Sejak 2020 

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 10 Juni 2021 17:53 WIB
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, aset BUMN mencapai Rp 8.400 triliun sejak 2020.
MNC Media

IDXChannel - Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menyebut, aset BUMN mencapai Rp 8.400 triliun sejak 2020. Angka tersebut dinilai tumbuh 7,1 persen dibandingkan posisinya di tahun 2019. 

Menurut Arya, angka  aset tersebut mampu menyumbangkan 55 persen dari total nilai Gross Domestic Product (GDP) Indonesia yakni Rp 15.434 triliun. 

"Total aset BUMN pada 2020 capai Rp 8.400 triliun, ini tumbuh 7,1 persen dibandingkan periode 2019. Dan ini merepresentasikan sekitar 55 persen dari nilai nominal GDP Indonesia yang sebesar Rp 15.434 triliun, aset BUMN itu 55 persen dari GDP Indonesia. Ini adalah yang kita punya," ujar Arya dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (10/6/2021). 

Kementerian BUMN pun mencatat, kontribusi BUMN kepada pemerintah baik dari sisi pajak, dividen, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai sekitar Rp 300 triliun. Meski begitu, ada sejumlah perseroan yang memutuskan tidak memberikan dividen tahun buku 2020. 

"Sementara PMN (Penyertaan Modal Negara) yang kita terima sekitar 4 persen dari kontribusi yang diberikan. Jadi disini kita bisa lihat kontribusi BUMN terhadap bangsa kita," katanya. 

Untuk struktur utang, pemegang saham mencatat total utang pendanaan BUMN hingga 2020 mencapai Rp 2.000 triliun. Sumbernya berasal dari surat utang dan instrumen utang lainnya. 

Sementara ekuitas BUMN tercatat Rp 2.500 triliun. Dengan begitu, Debt to Equity Ratio (DER) atau rasio utang perusahaan berada di posisi 0,7 persen atau di bawah 1. Struktur utang perusahaan bisa dinyatakan kesehatan jika posisinya berada di bawah 1,5 persen. 

"Jadi DER-nya di bawah 1,5 baru dikatakan sehat, jadi ini masih 0,7, jadi masih sekitar setengahnya dari yang dibatasi utang BUMN," tutur dia. 

Arya menyebut, belakangan banyak pemberitaan mengenai utang perseroan pelat merah. Namun, narasi pemberitaan tersebut menggabungkan utang pendanaan dan non pendanaan BUMN. Padahal, komposisi utang yang dimiliki perusahaan menyangkut pinjaman dan tabungan masyarakat di Bank Himbara. 

(IND)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD