AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kementerian ESDM Tolak 460 RKAB Perusahaan Tambang, Ini Alasannya

ECONOMICS
Athika Rahma
Jum'at, 21 Januari 2022 17:30 WIB
Kementerian ESDM menolak 460 permohonan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) 2022 yang diajukan perusahaan tambang.
Kementerian ESDM menolak 460 permohonan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) 2022  yang diajukan perusahaan tambang. (Foto: MNC Media)
Kementerian ESDM menolak 460 permohonan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) 2022 yang diajukan perusahaan tambang. (Foto: MNC Media)

IDXChannel-Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (Minerba) menolak 460 permohonan Rencana Kerja Anggaran dan Biaya (RKAB) 2022 yang diajukan perusahaan tambang.

Dirjen Minerba Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, pihaknya telah menerima 1.891 permohonan RKAB 2022 untuk pertambangan mineral dan 2.112 permohonan RKAB 2022 untuk pertambangan batu bara.

"Alasan penolakannya yaitu perusahaan tidak terdaftar di MODI (Minerba One Data Indonesia), tidak memiliki persetujuan dan dokumen studi kelayakan dan dokumen permohonan tidak melampirkan hitungan sumber daya dan cadangan, serta ada alasan administratif," ujar Ridwan, ditulis Jumat (21/1/2022).

Secara rinci, untuk pertambangan mineral, Kementerian ESDM telah menyetujui 416 permohonan RKAB, menolak 307 RKAB, dan mengembalikan 552 RKAB. Lalu, ada juga 616 permohonan RKAB yang sedang diproses.

Sementara dari perusahaan pertambangan batu bara, Kementerian ESDM telah menyetujui 840 permohonan RKAB, dan menolak 153 RKAB, serta mengembalikan 734 RKAB. Lalu, masih ada 385 permohonan RKAB yang sedang diproses.

Menurut Ridwan, salah satu kendala persetujuan RKAB ini adalah belum adanya orang yang kompeten untuk melakukan sertifikasi cadangan sumber daya alam. Proses ini membutuhkan waktu yang tidak sebentar dan bisa menghambat proses persetujuan RKAB.

"Kalau belum ada, akan selalu berkomunikasi dengan kami dan nanti malam akan diskusi dan maksimal untuk percepatan itu,” ujarnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD