AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Kerugian Capai Rp4 Miliar, Polda Jateng Sikat Aksi Penipuan Arisan Online

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta Barus
Selasa, 18 Januari 2022 23:01 WIB
Polda Jawa Tengah mengungkap penipuan dengan modus arisan online yang merugikan ratusan nasabah hingga lebih dari Rp 4 miliar.
Kerugian Capai Rp4 Miliar, Polda Jateng Sikat Aksi Penipuan Arisan Online (Dok.MNC Media)
Kerugian Capai Rp4 Miliar, Polda Jateng Sikat Aksi Penipuan Arisan Online (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Polda Jawa Tengah mengungkap penipuan dengan modus arisan online yang merugikan ratusan nasabah hingga lebih dari Rp 4 miliar. Arisan online ini dikendalikan dan dikelola ibu rumah tangga dan menjaring kaum perempuan sebagai nasabah potensialnya.

Dirkrimsus Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Johanson Ronald Simamora mengatakan arisan online yang merugikan ratusan nasabah itu berasal dari dua kelompok berbeda yakni Kota Semarang dan Kabupaten Demak. 

Ia menjelaskan salah satu pengelola arisan online sebelum ditangkap sempat melarikan diri ke Bali dan Surabaya dengan menggunakan uang arisan nasabahnya. Sedangkan satu tersangka lainnya berhasil ditangkap di rumah tanpa perlawanan.

"Kelompok arisan online ini mampu menipu 169 korban nasabahnya dan dikelola TPL warga Demak. Sedangkan satu kelompok lain dikelola tersangka IN, warga Kota Semarang dan telah menjalankan bisnisnya selama satu tahun lebih dengan 14 orang sebagai korbannya," ujar Johanson, Selasa (18/1/2022) di Mapolda Jawa Tengah.

Ia mengungkapkan modus yang digunakan pelaku yakni dengan menjanjikan sejumlah keuntungan pada para korbannya apabila mengikuti arisan online.

"Namun saat jatuh tempo bahwa arisan ini korban tidak mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, korban melaporkan kepada Krimsus, dan kami tindak lanjuti. Bahwa kegiatan arisan online ini telah dilaksanakan tersangka kurang lebih satu tahun," terang Johanson.

Laporan diterima oleh Polda Jawa Tengah pada 11 Januari 2022 lalu, dan langsung ditindaklanjuti bergerak cepat untuk melakukan pengungkapan kasus tersebut. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD