Tommy menambahkan, Indonesia juga memiliki pengalaman panjang dalam menghadapi volatilitas harga minyak global. Berbagai krisis energi dunia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan bahwa sistem energi nasional mampu beradaptasi dengan tekanan eksternal.
Setidaknya terdapat beberapa krisis global yang pernah memengaruhi pasar energi, antara lain Krisis Minyak 1973 yang dipicu embargo minyak negara-negara Arab terhadap negara yang mendukung Israel dalam Perang Yom Kippur.
Selanjutnya Krisis Keuangan Global 2008 yang turut memengaruhi permintaan dan harga minyak dunia, serta dampak konflik Invasi Rusia ke Ukraina 2022 yang kembali mengguncang pasar energi global.
Dinamika terbaru muncul dari meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
“Sejarah Indonesia sudah sangat panjang menghadapi krisis. Saya yakin kita bisa menghadapinya dengan baik,” ujar Tommy.