AALI
9650
ABBA
222
ABDA
5500
ABMM
2140
ACES
775
ACST
160
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
755
ADMF
8000
ADMG
170
ADRO
2720
AGAR
316
AGII
2000
AGRO
660
AGRO-R
0
AGRS
120
AHAP
55
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
140
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1425
AKRA
960
AKSI
284
ALDO
820
ALKA
298
ALMI
290
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/07/01 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.46
-1.84%
-9.76
IHSG
6794.33
-1.7%
-117.25
LQ45
974.33
-1.78%
-17.61
HSI
0.00
-100%
-21996.89
N225
25935.62
-1.73%
-457.42
NYSE
0.00
-100%
-14599.59
Kurs
HKD/IDR 1,904
USD/IDR 14,960
Emas
863,215 / gram

Ketahuan Curang, Enam SPBU Disanksi Pertamina

ECONOMICS
Lukman Hakim
Senin, 18 Oktober 2021 16:02 WIB
Sebanyak enam SPBU di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mendapat sanksi dari PT Pertamina (Persero).
Ketahuan Curang, Enam SPBU Disanksi Pertamina (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)
Ketahuan Curang, Enam SPBU Disanksi Pertamina (FOTO: Ilustrasi/MNC Media)

IDXChannel - Sebanyak enam SPBU di wilayah Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) mendapat sanksi dari PT Pertamina (Persero). Pasalnya, mereka ketahuan melakukan kecurangan dalam penjualan BBM ke masyarakat.

Langkah pemberian sanksi tersebut merupakan komitmen anak usaha Pertamina yakni, PT Pertamina Patra Niaga untuk menyalurkan solar subsidi dengan tepat sasaran sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak (BBM). Jika lembaga penyalur atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) terbukti melakukan penyelewengan, Pertamina tidak segan memberikan sanksi tegas.

Menurut Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Deden, hingga Oktober 2021, terdapat 6 SPBU di regional Jatimbalinus telah diberikan sanksi berupa penghentian suplai atau penutupan sementara. Kemudian sanksi seperti penggantian selisih harga jual solar subsidi. 

"Sanksi itu diberikan akibat melakukan penyaluran yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. Penyelewengan yang dilakukan misalkan adalah traksaksi yang tidak wajar, pengisian jeriken tanpa surat rekomendasi, dan pengisian ke kendaraan modifikasi,” kata Deden, Senin (18/10/2021).

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk tidak segan melaporkan ke aparat jika menemukan indikasi penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan. Pertamina Patra Niaga akan terus berkoordinasi intens dengan aparat untuk kembali menindak tegas penyimpangan penyaluran Solar yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Kami mengucapkan terima kasih kepada aparat penegak hukum dan masyarakat atas dukungannya sehingga penyaluran BBM subsidi dapat berjalan lancar dan tepat sasaran," tandas Deden.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD