AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Bogor Naik Jadi 65 Persen

ECONOMICS
Putra Ramadhani/Kontri
Minggu, 13 Juni 2021 18:03 WIB
Tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien covid-19 di Kota Bogor kembali mengalami kenaikan hingga 65 persen.
Walikota Bogor Bima Arya. (Foto: Putra Ramadhani)

IDXChannel - Tingkat keterisian tempat tidur untuk pasien covid-19 di Kota Bogor kembali mengalami kenaikan. Tercatat, angka tersebut sudah mencapai 65 persen.

"Selama ini keterisiannya itu rendah sekali di bawah 20 persen, sekarang sudah meningkat di angka 65 persen," kata Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto kepada wartawan, Minggu (13/6/2021).

Bima menyebut kondisi ini harus segera diantisipasi. Karena, batas yang ditetapkan WHO untuk keterisian tempat tidur untuk pasien covid-19 adalah 60 persen.

"Ini satu hal yang harus kita antisipasi. Tempat tidur ada, cuma belum penuh. Tempat tidur itu kan 65 persen, di atas (batas anjuran) WHO yang 60 persen, sudah lampu kuning lah," ungkap Bima.

Data menunujukan bahwa peningkatan kasus covid-19 berasal dari luar Kota Bogor. Hal ini berkaitan dengan pasca mudik Lebaran dan libur panjang.

"Sebagian besar kasus itu karena dari luar kota terutama efek mudik, efek yang mulai kembali tatap muka, pesantren, liburan dan sebagainya. Ini sesuai dengan prediksi bersama," bebernya.

Oleh karena itu, pihaknya akan melakukan berbagai kesiapan seperti tempat tidur, tenaga kesehatan, testing dan tracing. Termasuk meminta agar masyarakat untuk kembali mengurangi mobilitas.

"Kita akan duduk lagi, rapat lagi membahas update ini. Mungkin akan Perwali atau aturan lagi yang akan disosialisasikan untuk menahan laju itu," tutup Bima. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD