AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Ketua DPD La Nyalla Mattalitti Disuntik Vaksin Nusantara Terawan

ECONOMICS
Felldy U/Sindo
Rabu, 05 Mei 2021 14:06 WIB
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti hari ini disuntik Vaksin Nusantara.
Ketua DPD La Nyalla Mattalitti Disuntik Vaksin Nusantara Terawan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) La Nyalla Mahmud Mattalitti hari ini disuntik Vaksin Nusantara, vaksin covid-19 yang diinisiasi oleh mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.

Hal ini sebagai bentuk dukungan La Nyalla terhadap Vaksin Nusantara. Sebagai bentuk nyata dukungannya, LaNyalla membuktikannya dengan melakukan suntik Vaksin Nusantara di Gedung Cellcure Centre, Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (5/5/2021).

"Hasil karya anak bangsa harus didukung secara penuh. Kita apresiasi sekali upaya produksi Vaksin Nusantara ini sebagai langkah dalam ikut serta mengatasi pandemi agar segera berakhir," kata La Nyalla dalam keterangan tertulisnya.

Dia berharap masyarakat turut mendorong agar vaksin Nusantara tidak hanya digunakan di kancah nasional saja. Akan tetapi, vaksin ini juga bisa menyelamatkan dunia.

Turut divaksin bersama Ketua DPD RI antara lain Sylviana Murni (anggota DPD RI dari Jakarta) dan Jon Erizal (Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN). Penyuntikan dilakukan langsung oleh Terawan Agus Putranto yang merupakan pelopor Vaksin Nusantara.

Diketahui proses pertama tahapan vaksinasi dengan vaksin Nusantara yaitu pengambilan sampel darah. Setelah sel dendritik dalam darah diolah selama tujuh hari, barulah disuntikkan ke dalam tubuh.

Vaksin Nusantara dikerjakan bersama tim peneliti di laboratorium RSUP Kariadi Semarang dan Universitas Diponegoro (Undip) serta Aivita Biomedical Corporation dari Amerika Serikat. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD