AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28804.96
-0.23%
-66.82
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
0
0
Emas
0 / gram

Kinerja Industri Berjaya di Tengah Lonjakan Omicron, PMI Manufaktur RI Capai 51,2

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 01 Maret 2022 19:46 WIB
Kinerja produksi sektor manufaktur Indonesia yang tercermin pada PMI Manufaktur Februari 2022 tercatat mencapai 51,2.
Kinerja produksi sektor manufaktur Indonesia yang tercermin pada PMI Manufaktur Februari 2022 tercatat mencapai 51,2. (Foto: MNC Media)
Kinerja produksi sektor manufaktur Indonesia yang tercermin pada PMI Manufaktur Februari 2022 tercatat mencapai 51,2. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kinerja produksi sektor manufaktur Indonesia yang tercermin pada PMI Manufaktur Februari 2022 tercatat mencapai 51,2. Capaian ini terus konsisten berada pada zona ekspansi dalam enam bulan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa industri Indonesia masih berdaya di tengah merebaknya varian Omicron

“Indeks PMI yang masih berada di zona ekspansif ini mencerminkan bahwa dampak penyebaran Omicron relatif terbatas pada ekonomi Indonesia, khususnya di sektor industri dibandingkan gelombang Delta sebelumnya”, ujar Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan RI, Febrio Kacaribu di Jakarta, Selasa (1/3/2022). 

Pada Juli 2021 dimana  puncak penyebaran varian Delta, sektor industri terpukul dengan PMI Manufaktur menyentuh level kontraktif di angka 40. Namun pada Februari 2022, yang merupakan puncak penyebaran Omicron, sektor industri Indonesia mampu tetap bertahan di level ekspansif. 

Aktivitas pembelian bahan baku atau barang modal pada sektor industri tetap kuat di tengah masa penyebaran varian Omicron. Namun dunia usaha tetap mengantisipasi risiko penyebaran varian Omicron. Hal ini terlihat dari kebijakan dunia usaha dalam menentukan peningkatan jumlah persediaan yang mulai dibatasi. Selain itu, dinamika ekonomi global juga mempengaruhi tingkat permintaan dunia dan risiko gejolak harga komoditas yang masih relatif meningkat hingga saat ini.

Namun demikian, berdasarkan survey PMI, para pelaku usaha memperkirakan dampak dari risiko akibat dari penyebaran varian Omicron akan dapat dilalui. 

"Tingkat produksi sektor manufaktur diperkirakan akan terus meningkat, seiring dengan persiapan dalam menghadapi bulan Ramadhan di awal April 2022," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD