AALI
10325
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1585
ACES
1475
ACST
284
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1190
ADMF
7950
ADMG
228
ADRO
1875
AGAR
352
AGII
1525
AGRO
1985
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
244
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4390
AKSI
442
ALDO
720
ALKA
240
ALMI
250
ALTO
306
Market Watch
Last updated : 2021/10/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.01
0.34%
+1.75
IHSG
6658.77
0.38%
+25.43
LQ45
976.43
0.43%
+4.23
HSI
25409.75
0.31%
+78.75
N225
29025.46
1.66%
+474.56
NYSE
16871.74
2.17%
+358.54
Kurs
HKD/IDR 1,811
USD/IDR 14,105
Emas
798,829 / gram

KKP Amankan Warga Malaysia Pelaku Sport Fishing Ilegal di Sebatik

ECONOMICS
Tia Komalasari/IDXChannel
Jum'at, 28 Mei 2021 10:02 WIB
Para pelaku menggunakan alat tangkap pancing joran yang bisa merusak ekosistem perairan.
KKP Amankan Warga Malaysia Pelaku Sport Fishing Ilegal di Sebatik

IDXChannel - Aparat Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan mengamankan sejumlah Warga Negara Malaysia yang melakukan aktivitas sport fishing secara ilegal di perairan laut Sebatik pada Rabu (26/5/2021). 

“Ini praktik sport fishing ilegal yang dilakukan di perairan kita. Para pelaku menggunakan alat tangkap pancing joran,” ungkap Plt. Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Antam Novambar, dalam rilis yang disampaikan Jumat (28/5/2021).

Antam menjelaskan bahwa para pelaku yang berjumlah 9 orang menggunakan speed boat dengan nomor TW 6545/6R yang diduga berasal dari Tawau (Malaysia). Setelah terdeteksi oleh patroli Rigid Inflatable Boat (RIB) Stasiun PSDKP Tarakan, para pelaku mencoba untuk kabur dengan memacu kecepatan tinggi, namun berhasil dilumpuhkan pada posisi koordinat 03˚57,231' LU - 118˚10,569' BT.

“Ada delapan WNA Malaysia dan satu orang berpaspor Indonesia,” jelas Antam.

Lebih lanjut Antam menjelaskan bahwa seluruh pelaku telah diserahkan (ad hoc) ke Satwas SDKP Nunukan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Saat ini kami sedang lakukan pemeriksaan pendahuluan terhadap para pelaku," ujar Antam.

Penangkapan kapal ilegal dari Tawau Malaysia ini menambah panjang daftar kapal ikan yang ditangkap oleh Ditjen PSDKP KKP. Sebelumnya, KKP telah menangkap 92 kapal yang terdiri dari 70 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 22 kapal ikan asing yang mencuri ikan (6 kapal berbendera Malaysia dan 16 kapal berbendera Vietnam). KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap pelaku penangkapan ikan dengan cara yang merusak (destructive fishing) seperti bom ikan, setrum maupun racun. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD