Namun, terdapat catatan pada komoditas ikan mas yang mengalami penurunan sebesar 4,11 persen. Menurut Haeru, kondisi tersebut dipengaruhi curah hujan tinggi sepanjang 2025 yang berdampak pada sentra produksi.
"Kami punya modeling di Kerawang, luar biasa curah hujannya, untungnya ikan nila jauh lebih tahan dibandingkan dengan ikan yang lain secara umum. Jadi ini yang saya ingin sampaikan kepada teman-teman," tuturnya.
Dari sisi harga, Haeru memastikan tekanan inflasi relatif terkendali. Kenaikan harga berbagai jenis ikan diperkirakan hanya berada di kisaran 0,25 hingga 1,39 persen, mulai dari kerapu hingga papuyu.
"Kekhawatiran inflasi juga tidak perlu kita risaukan. Kenapa? Di data ini terjawab sudah, harga kenaikannya hanya di sekitaran 0,25 sampai 1,39 persen. Mulai dari ikan kerapu sampai ikan papuyu," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)