AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Konsumen Belanja Online Naik 70 Persen di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 17 September 2021 13:54 WIB
Pertumbuhan pembeli online tercatat naik lebih dari 70 juta orang di enam negara Asia Tenggara sejak pandemi.
Konsumen Belanja Online Naik 70 Persen di Asia Tenggara, Indonesia Juaranya (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pertumbuhan pembeli online tercatat naik lebih dari 70 juta orang di enam negara Asia Tenggara sejak pandemi mulai melanda. Tren kenaikan jumlah orang berbelanja online ini terjadi karena pemerintah negara-negara itu mendorong orang untuk tinggal di rumah, guna memperlambat penyebaran virus corona.
 
Akibat aturan pembatasan mobilitas ini, Asia Tenggara mengalami peningkatan cepat dalam adopsi layanan digital seperti e-commerce, pengiriman makanan, dan metode pembayaran online.
 
Mengutip laporan Facebook Dan Bain & Company, Jumat (17/9/2021), mereka telah melakukan survei ke lebih dari 16 ribu orang di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam itu memproyeksikan jumlah konsumen digital di Asia Tenggara akan mencapai 350 juta hingga akhir tahun ini.
 
Laporan tersebut memperkirakan jumlah pembeli online di Asia Tenggara akan mencapai 380 juta pada 2026. Di antara negara-negara yang disurvei, Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara terus mengalami pertumbuhan tertinggi. Populasi konsumen digitalnya diprediksi tumbuh sekitar 15 persen, dari 144 juta pada 2020 menjadi 165 juta pada 2021.
 
Meski memiliki dampak negatif pada berbagai sektor, utamanya kesehatan, namun pandemi Covid-19 membawa dampak baik pada pasar e-commerce. Berbagai negara Asia Tenggara yang menerapkan pembatasan untuk mencegah penyebaran pandemi telah membuat pasar e-commerce berkembang pesat.
 
Selama lima tahun ke depan, penjualan e-commerce Asia Tenggara juga diproyeksikan akan mengimbangi negara lain yang tumbuh sebesar 14 persen per tahun. 

(IND)