AALI
8850
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4380
ACES
650
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
765
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
316
AGII
2500
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
144
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
695
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
175
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.43
-0.46%
-2.48
IHSG
7127.50
-0.71%
-51.08
LQ45
1020.20
-0.53%
-5.44
HSI
17855.14
-0.44%
-78.13
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
0.00
-100%
-14116.59
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,125
Emas
799,103 / gram

KPK Kembalikan Aset Koruptor ke Negara, Totalnya Capai Rp 179 miliar

ECONOMICS
Ariedwi Satrio
Jum'at, 10 Juni 2022 10:24 WIB
KPK berhasil mengembalikan aset hasil tindak pidana korupsi ke negara sebesar Rp179,390 miliar sepanjang Januari hingga Maret 2022.
KPK Kembalikan Aset Koruptor ke Negara, Totalnya Capai Rp 179 miliar. (Foto: MNC Media)
KPK Kembalikan Aset Koruptor ke Negara, Totalnya Capai Rp 179 miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil mengembalikan aset hasil tindak pidana korupsi (tipikor) ke negara sebesar Rp179,390 miliar. Jumlah tersebut merupakan hasil rampasan dari koruptor sepanjang Januari hingga Maret 2022.

Ada kenaikan cukup signifikan pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya yang hanya mencapai angka Rp71,134 miliar.

"Terbaru, sepanjang periode Januari - Maret 2022, KPK berhasil mengembalikan asset hasil tindak pidana korupsi mencapai Rp Rp179,390 miliar. Angka tersebut naik 157% dibanding periode yang sama pada tahun 2021, yang mencapai Rp71,134 miliar," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Jumat (10/6/2022).

Ali menjelaskan, peningkatan pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi ke negara tersebut sejalan dengan salah satu strategi penindakan KPK. Kata Ali, strategi penindakan KPK saat ini bukan hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku korupsi, tapi juga mengoptimalkan pengembalian keuangan negara.

"Dengan begitu, asset recovery KPK menyokong penerimaan kas negara untuk pembiayaan pembangunan nasional," beber Ali.

Lebih lanjut, dibeberkan Ali, terdapat tiga strategi pendekatan yang dilakukan KPK dalam beberapa waktu belakangan ini. Trisula strategi pemberantasan korupsi tersebut yakni melalui pendekatan upaya edukasi dan peran serta masyarakat, perbaikan sistem tata kelola, serta penegakkan hukum tidak pidana korupsi.

"Tiga pendekatan pemberantasan korupsi itu diharapkan memberikan dampak yang konkret, untuk menumbuhkan kesadaran dan budaya antikorupsi di masyarakat, menutup celah-celah rawan korupsi dalam sistem tata kelola, serta efek jera bagi para pelaku dan pemulihan kerugian keuangan negara melalui penanganan perkara korupsi," pungkasnya. (FRI)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD