"Kenapa? Memang dari sisi supply side ada KUR. KUR itu gede-gedean. Tapi dia enggak punya demand. Makanya kredit macetnya naik kalau kita lihat," ucapnya.
Ia menambahkan bahwa mayoritas pelaku UMKM saat ini masih menjalankan bisnis hanya untuk sekadar bertahan hidup (survival mode), sehingga sulit untuk naik kelas tanpa adanya intervensi yang tepat.
Sebagai solusi, Kadin Indonesia mendorong penerapan skema closed loop, yakni mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok (supply chain) perusahaan swasta besar. Dengan menjadi bagian dari ekosistem bisnis yang sudah mapan, UMKM diharapkan mendapatkan kepastian pasar dan pendapatan yang stabil.
"Jadi menggandeng UKM menjadi bagian supply chain. Sehingga mereka itu bisa naik kelas, pendapatan mereka juga naik," tutur Aviliani.
Untuk tahap awal, Kadin akan memfokuskan strategi ini pada dua sektor utama, yaitu pangan dan manufaktur. Sektor pangan dipilih karena sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.