sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kuasai 40 Persen Ekonomi Dunia, Kadin Dorong Pelaku Usaha Garap Ceruk Pasar BRICS

Economics editor Rohman Wibowo
13/09/2026 09:11 WIB
Kekuatan pasar raksasa ini dinilai harus benar-benar dibuka secara konkret agar seluruh negara anggota, termasuk para pelaku UMKM mampu merebut ceruk pasar.
Kuasai 40 Persen Ekonomi Dunia, Kadin Dorong Pelaku Usaha Garap Ceruk Pasar BRICS
Kuasai 40 Persen Ekonomi Dunia, Kadin Dorong Pelaku Usaha Garap Ceruk Pasar BRICS

“Kami sangat senang dan merasa terhormat bahwa Indonesia telah bergabung dengan keluarga BRICS berkat Presiden Prabowo. Indonesia sekarang memiliki chapter yang sangat aktif dalam BRICS Business Council,” kata Anin, Minggu (13/9/2026).

Anin menggarisbawahi bahwa skala ekonomi BRICS yang merangkul 40 persen pangsa global melahirkan kekuatan nyata untuk mengarahkan peta ekonomi masa depan. Besarnya pengaruh tersebut dibarengi dengan tanggung jawab moral agar pemerataan hasil pertumbuhan dapat dinikmati oleh masyarakat luas di negara-negara anggotanya.

“Ketika kita berbicara tentang BRICS, kita berbicara tentang hampir separuh umat manusia dan sekitar 40 persen perekonomian dunia. Kita memiliki kekuatan ekonomi untuk membentuk masa depan sekaligus tanggung jawab untuk memastikan lebih banyak orang dapat mengambil bagian di dalamnya,” kata Anin.

Oleh sebab itu, Anin menekankan soal diskursus perdagangan dan jasa intra-BRICS tidak boleh berkutat pada tataran konsep teoritis semata.

Kemitraan ekonomi antaranggota wajib memecahkan persoalan praktis dunia usaha di lapangan, mulai dari kemudahan menemukan mitra bisnis lintas negara, kepastian membuka akses pasar, keterjangkauan pasokan rantai jasa penunjang, hingga kelancaran sistem pembayaran yang cepat dan aman.

Keterkaitan antara sektor manufaktur dan jasa dinilai Anin saling melengkapi tanpa bisa dipisahkan. Fasilitas pabrik senantiasa memerlukan sokongan teknologi informasi, permodalan, perangkat lunak, sistem logistik, dan ketersediaan tenaga kerja terampil. 

Penguatan sektor jasa otomatis mengokohkan fondasi industrialisasi, sementara ekspansi industri akan terus menciptakan permintaan baru terhadap berbagai lini jasa.

Bagi kepentingan nasional, pola kerja sama terintegrasi ini sejalan dengan agenda prioritas Presiden Prabowo dalam mengakselerasi program hilirisasi dan mencetak SDM unggul. 

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement