AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
725
ACST
193
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
805
ADMF
8150
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
308
AGII
2230
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1150
AKSI
274
ALDO
750
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.93
0.64%
+3.44
IHSG
7164.91
0.44%
+31.45
LQ45
1022.74
0.63%
+6.38
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Kunjungi Pameran Brand Lokal, Teten: Saya Tak Percaya Produk UMKM Sebagus Ini

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 30 April 2021 18:20 WIB
Teten dibuat bangga melihat produk UMKM yang ditampilkan dalam pameran tersebut. Menurutnya kualitas produk UMKM tidak kalah bagus dengan brand luar.
Kunjungi Pameran Brand Lokal, Teten: Saya Tak Percaya Produk UMKM Sebagus Ini (FOTO:MNC Media)
Kunjungi Pameran Brand Lokal, Teten: Saya Tak Percaya Produk UMKM Sebagus Ini (FOTO:MNC Media)

IDXChannel — Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengunjungi pameran Plus Enam Dua Chapter 01: Sneaker Local Brand di Mall of Indonesia, Jakarta, Kamis (29/4) malam. Usai melihat booth peserta pameran, Teten ikut diskusi dalam program Urbanasia Podcast bersama Staf Khusus MenkopUKM Fiki Satari dan pelaku UMKM di tempat yang sama. 

Teten dibuat bangga melihat produk UMKM yang ditampilkan dalam pameran tersebut. Menurutnya kualitas produk UMKM tidak kalah bagus dengan brand luar.  

“Saya tadi hampir tidak percaya itu produk UMKM karena kualitasnya bagus-bagus, desainnya bagus, kreatif, sangat menyenangkan. Jadi saya bangga melihat produk-produk mereka. Produknya unik-unik, beda sendiri. Rupanya pendekatannya juga bagus, by market research dan kita sudah harus mulai begini,” ujar Teten dengan bangga. 

Dia mengatakan akan melakukam pendataan pelaku UMKM yang produknya unggul dan memiliki daya saing untuk dapat dibantu scaling up melalui program Kementerian Koperasi dan UKM baik itu lewat ekosistem pembiayaan maupun kemudahan perizinan usaha.  

Teten juga bangga melihat pelaku UMKM yang cepat sekali melakukan adaptasi dan inovasi bisnis dengan memanfaatkan trend market online yang begitu menggeliat di tengah pandemi Covid-19.  

“Misalnya mereka jualan di online karena dengan penerapan social distancing, PSBB, sekarang PPKM itu orang jualan di online. Jadi luar biasa mereka cepat sekali melakukan adaptasi bisnis dalam situasi pandemi,” katanya. 

Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Bidang Ekonomi Kreatif Fiki Satari mengatakan, Sneaker Local Brand merupakan salah satu local heroes yang bisa didorong untuk memanfaatkan program-program dari Kementerian Koperasi dan UKM. Menurut dia, saatnya UMKM dan pemerintah seiring sejalan dalam mendukung program pemulihan ekonomi nasional. 

“Ini merupakan momentum yang tepat. Kita sedang mencoba untuk menjahit itu. Besar harapan kita. Kita list mana saja yang bisa masuk ke dalam Kementerian/Lembaga. Pak Teten juga sudah menginisiasi MoU dengan BUMN, seperti program Pasar Digital UMKM. Untuk pembelian di bawah Rp14 miliar wajib sekarang BUMN beli dari UMKM, itu potensinya Rp35 triliun sendiri,” kata Fiki. 

dr. Tirta sebagai salah satu penggiat UMKM menyebut pameran Sneaker Local Brand merupakan pameran UMKM yang menjadi pilot project percontohan exhibition yang telah sesuai protokol CHSE dan Mice dari Kemenparekraf. Ajang pameran sneaker local brand kali ini terdiri dari 60% brand lokal dan 40% brand luar. 

“Temen-temen pasti akan bertanya kenapa harus ada brand luar. Jadi, sesuai dengan statement pak Menteri Teten, masyarakat harus mengetahui bahwa produk lokal UMKM itu tidak melulu harus murah, untuk membuktikan kualitas dari UMKM, kita harus membandingkan dengan brand luar. Itu alasan kenapa pameran kali ini kita sengaja menyandingkan ada brand luar di samping brand lokal. Ada sebuah merek dengan harga Rp6,5 juta dan di sampingnya ada produk lokal seharga Rp100.000, dan ternyata kualitasnya nggak beda jauh,” ujar Tirta. 

Dia juga menambahkan, melalui ajang seperti ini kolaborasi pemerintah seperti KemenkopUKM  dan Kemenparekraf mendorong pelaku UMKM naik kelas. 

“Saya berharap ke depan omzet pelaku UMKM di Indonesia tidak melulu Rp500 juta, tapi bisa tembus miliaran bahkan bisa sampai triliunan rupiah. Dan ekosistem kita ke depan semakin baik, sehingga kita berjaya dulu di negeri sendiri, baru nanti berjaya di negara lain,” pungkas Tirta. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD